Wednesday, 26 June 2013

DAILY BREAD June 26th, 2013

SETERU SALIB KRISTUS

Filipi 3:18
"Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus."

Siapakah yang dimaksud Paulus dengan "orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus"?

Mereka adalah orang yang bertingkah seperti orang Farisi; perkataan mereka indah, namun perbuatan mereka begitu berlawanan dengan yang mereka katakan.

Mereka mengerti hukum Taurat, mereka mampu berdoa dengan kata-kata indah dan khotbah yang membangun; namun cara hidup mereka berbeda 180 derajat dengan apa yang mereka ajarkan.

Tanpa kita sadari, banyak orang Farisi di jaman sekarang ini. Ambil yang paling sederhana saja, dari keseharian kita. Seringkali orang mudah berkata-kata manis dan membuat janji, namun akhirnya tak ditepati.

Dalam kehidupan rohani, di gereja atau saat ibadah, dengan khusyuk orang memperhatikan. Namun setelahnya, kehidupan mereka bertolak belakang dengan sikap mereka.

Orang Farisi mengenal Allah, namun kehidupan mereka tidak menunjukkan bahwa mereka benar mengenal Allah. Mereka yang seharusnya hidup untuk memuliakan Allah, pada akhirnya menjadi seteru bagi salib Yesus karena perbuatan mereka.

Tak dapat orang mengatakan, "Aku mengasihi Yesus," namun ia tak mengasihi sesama, tak menjadi pelaku firman, dan tak berjalan di dalam kebenaran.

"Hiduplah sebagai orang yang telah mengenal Yesus. Yang terpenting bukanlah apa yang kita ucapkan dan yang kita lakukan saat beribadah, tetapi apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 25 June 2013

DAILY BREAD June 25th, 2013

HUKUM TAURAT VS. IMAN

Galatia 2:16
"Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Dua hal yang sekilas terlihat sama: hukum Taurat/hukum agama, dan iman akan Yesus. Keduanya sama-sama religius, namun mengapa Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, mengatakan bahwa keduanya bertentangan?

Hukum Taurat dibuat untuk mengatur dan menertibkan para umat supaya tidak beralih ke jalan yang tidak baik.

Sedangkan iman adalah salah satu bentuk keintiman tiap pribadi dengan Allah. Suatu pengakuan kepercayaan akan Allah yang hidup. Dan iman akan Yesus adalah pengakuan kepercayaan akan Yesus, Anak Allah yang tunggal, yang rela turun ke dunia dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa dunia.

"Hukum Taurat itu baik, menuntun kita tidak berbuat salah. Hukum Taurat pun datangnya dari para nabi. Lalu mengapa dikatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan karena hukum Taurat?"

Di sinilah letak pertentangan antara hukum Taurat dan iman akan Yesus.

Saat Yesus hidup, Dia tidak ditentang oleh orang awam dan orang berdosa, tetapi Dia ditentang oleh para ahli Taurat; ditentang oleh mereka yang seharusnya lebih bisa menerima Dia sebagai Anak Allah.

Hal itu terjadi karena mata para ahli Taurat dibutakan oleh ketetapan-ketetapan yang tak sebanding dengan kemuliaan Allah dalam diri Yesus. Mereka menganggap merekalah yang lebih mengerti Allah, dan akhirnya menganggap Yesus sebagai ancaman, bukan sebagai penyelamat.

Berhati-hatilah dengan hukum Taurat. Bukan berarti kita tidak boleh menaatinya; kita boleh melakukan hukum Taurat, tetapi jangan sampai hukum Taurat menyisihkan iman kita pada Yesus. Karena sesungguhnya Yesuslah sumber dari segala sumber hukum.

"Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." (1 Korintus 13:10)

Hukum Taurat ada untuk melengkapi kekosongan dunia sebelum Yesus datang. Dan jika Yesus telah datang, maka yang tidak sempurna, yaitu hukum Taurat, akan lenyap.

Di masa sekarang, hukum Taurat bisa disamakan dengan ketetapan yang ada di gereja dan aktivitas gerejawi. Sedangkan iman serta keintiman kita kepada Yesus dilihat dari cara hidup kita; sudahkah kita membawa Yesus dalam setiap langkah hidup kita?

"Jangan biarkan diri kita disibukkan oleh ketetapan dan juga hukum Taurat, karena sesungguhnya iman kita, keintiman kita dengan Yesus jauh lebih penting daripada hukum Taurat."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 23 June 2013

DAILY BREAD June 23rd, 2013

HATI SEBAGAI HAMBA

Matius 8:8
"Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: 'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.'"

Ketika Yesus ke Kapernaum, seorang perwira menghampiri-Nya dan meminta Dia untuk menyembuhkan hambanya yang lumpuh. Saat Yesus bersedia untuk mengunjungi hambanya itu, dengan rendah hati sang perwira meminta supaya Yesus bersabda saja, karena dia percaya hambanya akan sembuh meski Yesus tak mengunjunginya.

Iman sang perwira sungguh sangatlah luar biasa. Penuh dengan kerendahan hati; hati sebagai seorang hamba. Sang perwira percaya bahwa mujizat dapat terjadi melalui setiap perkataan Yesus.

Yesus kagum akan iman sang perwira. Bayangkan; iman seperti itu muncul dari seseorang yang bukanlah ahli Taurat ataupun imam, tetapi datang dari seorang awam. Seseorang yang sangat percaya pada Yesus sehingga menghasilkan iman yang luar biasa.

Selain itu, sikap sang perwira sangatlah jarang ditemui, terlebih di jaman sekarang ini:

*) Kerendahan hatinya; saat semua orang ingin disembuhkan dan bertemu langsung dengan Yesus, sang perwira, dengan rendah hati berkata, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh."

*) Kepeduliannya; meskipun dia seorang dengan jabatan tinggi, dia begitu memerhatikan hambanya yang lumpuh. Dia menghampiri Yesus hanya untuk meminta kesembuhan hambanya, bukan meminta sesuatu untuk kepentingan pribadi.

Wujud kepedulian sang perwira pun ada dalam salah satu teladan Yesus sendiri:

"Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." (Matius 23:11)

"Inilah yang dibutuhkan dalam mengikuti Yesus: hati seorang hamba yang mau taat juga setia kepada Tuhan, Tuan kita. Dan modal utama untuk memiliki hati seperti itu adalah kerendahan hati supaya mau dibentuk oleh Tuhan."

Selamat malam..
Selamat beristirahat dalam naungan kasih-Nya..

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 22 June 2013

DAILY BREAD June 22nd, 2013

PADANG GURUN

Hosea 2:13-14
"Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir."

Bayangkan suasana di padang gurun; kering, panas, berdebu, tak ada harapan hidup, dan sebagainya. Jika kita berada di sana, bagaimana perasaan kita?

Bangsa Israel yang tidak setia kepada Tuhan digambarkan sebagai seorang istri yang bersundal, yang tidak setia pada suaminya; yang menyembah berhala, dan tidak menyadari bahwa semua yang dimilikinya berasal dari Tuhan.

Sedangkan cara Tuhan untuk memulihkan bangsa Israel digambarkan dengan padang gurun. Mengapa Tuhan memakai padang gurun? Padahal tempat itu tidaklah menyenangkan, dan harapan untuk mendapatkan kehidupan sangat kecil.

Jalan Tuhan berbeda dengan jalan manusia. Padang gurun memang tempat terbaik untuk memulihkan keadaan seseorang.

Di padang gurun, kita hanya bisa mengandalkan Tuhan. Tuhan yang memenuhi segala kebutuhan kita di tengah keadaan yang sangat kekurangan. Di padang gurun, kita pun dapat merenungkan; selama ini, dari manakah asalnya semua milik kita? Makanan, pakaian, harta benda, talenta, dan sebagainya.

Padang gurun adalah tempat yang terlihat begitu menyedihkan, tetapi sesungguhnya di sanalah Tuhan menyadarkan kita kembali; dari mana berkat yang kita terima. Sehingga kita tidak tinggi hati dan tetap menjaga kerendahan hati.

Jika Tuhan membawa kita ke padang gurun melalui situasi yang membuat kita merasa malu dan tak berdaya, saat itulah kita harus menyadari dan kembali kepada-Nya.

"Padang gurun adalah tempat untuk mengembalikan kerendahan hati kita dan mengingatkan kita akan kasih mula-mula kita pada Tuhan."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 21 June 2013

DAILY BREAD June 21st, 2013

PERJUMPAAN DENGAN YESUS

Kisah Para Rasul 26:19
"Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat."

Dalam pembelaannya di hadapan raja Agripa, Paulus memberikan kesaksian tentang perjumpaannya dengan Yesus. (Kisah Para Rasul 9:1-19a) Perjumpaan yang membuat hidupnya berubah total; dari seorang yang menolak dan membenci Yesus menjadi seorang yang sangat mengasihi Yesus.

Inilah yang membuat seseorang benar-benar mengalami pertobatan sejati: perjumpaan langsung dengan Yesus. Perjumpaan dengan-Nya yang membuat dia mau menerima Yesus sebagai Allah dan juru selamat.

Menerima Yesus berarti mengimani bahwa Dia adalah Anak Allah yang tunggal, dan Dia telah wafat di kayu salib hanya untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal. Sekali untuk selamanya, Dia berkorban bagi manusia.

Iman yang sejati akan Yesus bukan hanya diucapkan oleh lidah dan bibir saja, tetapi diucapkan dari dalam hati. Dari iman yang sejati itulah, timbul kasih yang teramat dalam pada Yesus.

Dan hal itulah yang dapat membuat Paulus berkata kepada raja Agripa: "Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat."

Yesus yang telah menjumpai Paulus telah mengubah seluruh hatinya hanya dalam waktu tiga hari. Hati yang begitu membenci Yesus, dalam waktu yang singkat diubahkan oleh-Nya menjadi hati yang begitu mengasihi Dia.

Ketaatan Paulus adalah salah satu bukti bahwa ia begitu mengasihi Yesus. Tak peduli seberapa seringnya dia dipenjara juga disiksa, dia tetap berpegang teguh pada Yesus sampai akhir hayatnya.

Dalam hidup kita sendiri, sudahkah kita mengalami perjumpaan langsung dengan Yesus?

Dia mampu menjumpai kita melalui apapun dan siapapun juga;
melalui Firman-Nya,
melalui doa yang diucapkan orang lain terhadap kita,
melalui tindakan seseorang kepada kita,
melalui hati kita,
dan masih banyak lagi.

"Perjumpaan dengan Yesus membuahkan pertobatan, iman dan kasih yang sejati kepada-Nya."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 20 June 2013

DAILY BREAD June 20th, 2013

JANGAN MENOLEH KE BELAKANG

Lukas 9:61-62
"Dan seorang lain lagi berkata: 'Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.' Tetapi Yesus berkata: 'Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.'"

Ketika Yesus mengajak orang-orang untuk mengikuti Dia, seorang diantara mereka yang akan mengikuti Yesus meminta izin untuk berpamitan dahulu kepada keluarganya. Tetapi jawaban Yesus sungguh sangat mengejutkan.

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lukas 9:62)

Bukan berarti Yesus melarang dia berpamitan, melarang dia untuk menghormati keluarganya; tetapi maksud dari perkataan-Nya adalah supaya dia tidak menoleh ke belakang, kepada masa lalunya.

Berpamitan kepada keluarga dalam ayat ini diartikan dengan menoleh ke belakang, menoleh ke masa lalunya, di mana orang yang sudah hidup baru tak perlu menoleh ke belakang.

Saat seseorang sudah memutuskan untuk mengikuti Yesus, meninggalkan kehidupan lamanya, dia tak perlu lagi melihat masa lalunya; seberapa banyak dan seberapa berat dosa yang telah ia lakukan.

Selain itu, tidak menoleh ke belakang juga diartikan dengan meninggalkan kebiasaan lama.

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2)

"Langkah untuk memperbarui hidup kita adalah dengan meninggalkan segala kebiasaan lama tanpa menoleh lagi padanya."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 19 June 2013

DAILY BREAD June 19th, 2013

MANUSIA TAK BERPENGERTIAN

Mazmur 49:21
"Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan."

Jika direnungkan lebih dalam lagi, ayat singkat ini memiliki makna yang dalam.

Bagaimana bisa, manusia yang diciptakan serupa dengan Allah, dalam Mazmur 49:21 dikatakan bahwa manusia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan?

Manusia ditugaskan oleh Allah untuk menjaga seluruh isi bumi dan menaklukkannya, juga diberikan kepercayaan untuk menjadi penguasa bumi. Bisa dikatakan bahwa manusia itu kaya, hidup dalam kegemilangan.

Namun yang sering kita lihat dan kita dengar, semakin hari manusia semakin merusak bumi. Mulai dari pemanasan global, musnahnya beberapa jenis flora dan fauna, sampai pada kerusakan moral manusia sendiri.

Inikah yang dinamakan menjaga bumi?

Manakah tanggung jawab manusia atas kepercayaan yang Tuhan berikan?

Manusia sudah diberikan kehidupan yang gemilang oleh Tuhan. Namun karena kurangnya tanggung jawab, manusia, dengan santainya, tidak menggunakan pengertian dan hikmat untuk menjaga titipan dari Tuhan. Dan manusia yang tak menggunakan pengertian juga hikmat, itulah yang boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Sesungguhnya Mazmur 49:21 bukan hanya ditujukan bagi tugas kita, manusia, untuk menjaga bumi. Ayat tersebut menyatakan supaya kita bertanggung jawab atas segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita.

Jangan terlena atas kegemilangan yang telah Tuhan berikan; karir yang sukses, lingkungan yang baik, dan sebagainya. Jagalah kerendahan hati, jangan sombong lalu kita melupakan dari Siapa kita mendapatkannya dan juga melupakan tanggung jawab kita kepada-Nya.

Ingatlah bahwa segala sesuatu yang ada pada kita semuanya hanyalah titipan dari Tuhan. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab dengan senantiasa menggunakan pengertian dan hikmat dari-Nya.

Kita bukanlah manusia yang disamakan dengan hewan yang dibinasakan, tetapi kita adalah manusia yang disamakan dengan anak-anak Allah, yang layak menerima bagian kita, yaitu hidup yang kekal.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 18 June 2013

DAILY BREAD June 18th, 2013

LAKUKAN UNTUK TUHAN

Kolose 3:17
"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Motivasi yang salah dalam melakukan sesuatu akan membuahkan hasil yang salah pula.

Contoh nyata yang sering kita dengar dari media massa, yaitu korupsi. Korupsi dapat terjadi karena motivasi seseorang bekerja hanyalah untuk mendapatkan uang. Segala cara akan dilakukan demi mendapatkan uang yang banyak.

Dalam Kolose 3:17, dikatakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, haruslah kita melakukannya dalam nama Yesus sambil mengucap syukur.

Segala sesuatu yang kita lakukan bukan termotivasi karena manusia ataupun harta benda, namun hanya karena Tuhan. Yang terbaik selalu Tuhan berikan bagi kita, maka kita pun harus memberikan yang terbaik bagi Dia.

Sungguh indah bila segala sesuatu yang kita lakukan termotivasi untuk menyenangkan hati Tuhan; melakukan sesuatu yang berkenan di mata-Nya. Bukan hanya Tuhan yang kita senangkan, tetapi kita pun menjaga diri kita sendiri dari segala kejahatan.

Jika kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, kita pun dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui setiap orang yang kita layani; atasan, pegawai, guru, murid, keluarga, sahabat, dan lainnya.

Dengan mata yang terfokus kepada Tuhan, kita tak perlu menggubris hinaan, penolakan, dan sesuatu yang menjatuhkan kita. Sebab saat kita melakukan kebenaran seturut Firman-Nya, Tuhan ada di pihak kita.

Lakukanlah segala sesuatu bagi Tuhan, sebab mata yang terfokus pada-Nya akan membuahkan keselamatan kekal.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 16 June 2013

DAILY BREAD June 16th, 2013

PENOLONG HIDUP

Mazmur 43:5
"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"

Pada ayat ini, pemazmur bertanya kepada jiwanya sendiri; mengapakah dia harus tertekan dan gelisah.

Selama manusia hidup, ia tak bisa luput dari kemanusiawian. Berdasarkan sang pemazmur, dia mencoba untuk meredakan kemanusiawiannya, yaitu rasa tertekan juga gelisah.

Bagaimanakah caranya untuk meredakan dua hal tersebut?

Hanya satu, yaitu berharap kepada Allah. Rasa tertekan dan gelisah dapat muncul karena kurangnya kepercayaan kita kepada Allah, sehingga pengharapan kita pun berkurang kepada-Nya.

Ingatlah bahwa masalah datang bukan dari Tuhan, tapi karena kita yang membuka celah. Oleh sebab itu, ketika kita mengalami krisis iman dan mulai merasa tertekan, gelisah, sesak, dan sebagainya; saat itulah kita harus mengembalikan kepercayaan kita kepada Tuhan.

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2)

Percayalah dan berharaplah kepada Tuhan, sebab Dia yang memelihara kehidupan kita. Apapun persoalan kita, hanya Dia yang mampu menolong kita.

Selamat malam..
Selamat beristirahat dalam lingkupan kasih-Nya..

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 11 June 2013

DAILY BREAD June 11th, 2013

SETURUT PERINTAH-NYA

Imamat 26:3-4
"Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya."

Tak ada manusia yang ingin hidup sengsara dan menderita. Setiap manusia pasti ingin segala usaha dan jerih payahnya berhasil.

Tuhan berjanji kepada umat Israel, bahwa setiap orang yang mau menuruti ketetapan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya akan dibuat-Nya berhasil. Segala usaha yang dilakukan akan diberkati, dimudahkan, dan berbuah.

Janji-Nya masih berlaku sampai saat ini. Siapapun yang taat kepada Tuhan akan disukseskan-Nya selalu. Segala jalannya akan diberkati, dimudahkan, dan berhasil pada waktunya.

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

"dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini." (1 Raja-Raja 8:61)

Hiduplah melekat dengan Tuhan, dan Dia akan memudahkan jalanmu serta membuat segala usahamu berhasil.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

***Daily Bread, May 23rd, 2013***

Monday, 10 June 2013

DAILY BREAD June 10th, 2013

TUHAN MAHA PENGAMPUN

Daniel 9:9-10
"Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya."

Salah satu kalimat dalam doa Daniel saat memohon pengampunan kepada Allah atas bangsa Israel ini menunjukkan bahwa Tuhan maha pengampun. Meskipun bangsa Israel tidak menuruti-Nya, tetapi Dia mau mengampuni mereka bila mereka sungguh-sungguh bertobat.

Seperti halnya bangsa Israel, kita pun seringkali membangkang pada Tuhan. Kita tidak menuruti-Nya. Akibatnya, seringkali hati menjadi tidak damai, kekeringan, dan bahkan sulit untuk menahan diri terhadap godaan iblis.

Beberapa alasan manusia tidak menurut pada Tuhan, diantaranya: egoisme, keraguan, ketakutan, dan perasaan manusiawi lainnya yang mendominasi diri sehingga suara Tuhan terabaikan.

Sungguh Tuhan kita teramat baik. Kasih-Nya benar-benar tak pernah berkesudahan. Berkali-kali kita tidak menurut namun tangan-Nya selalu terbuka bagi yang mau kembali pada-Nya.

Saat ini jika ada di antara kita yang membantah perintah Tuhan; buanglah perbantahan dari diri kita, karena tak ada yang perlu dikhawatirkan dan diragukan saat kita berjalan di jalannya Tuhan.

Jangan pula ragu untuk kembali kepada-Nya. Sebab pada Tuhan ada kasih setia dan juga penebusan yang berlimpah.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 9 June 2013

DAILY BREAD June 9th, 2013

ALLAH TAK SAMA DENGAN MANUSIA

Hosea 11:9
"Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan."

Apa yang akan kita lakukan jika orang yang paling kita cintai berpaling meninggalkan kita? Kita telah memberikan semua yang kita punya, namun dia pergi begitu saja.

Ada yang mengatakan bahwa jarak antara cinta dan benci itu sangat tipis. Orang yang tadinya saling membenci bisa menjadi saling mencintai; begitupun sebaliknya. Apakah kita akan berbalik membenci orang yang kita cintai itu?

Allah pun pernah ditinggalkan umat Israel, umat yang paling dikasihi-Nya. Banyak berkat yang telah Dia berikan, namun nyatanya mereka berpaling dari-Nya dan menyembah berhala.

Allah tak sama dengan manusia. Dalam kecemburuan-Nya, Dia tidak membinasakan mereka tetapi Dia semakin mengasihi mereka dengan cara menegur mereka.

Tuhan Allah bukanlah Tuhan yang mudah menyerah dan juga bukan Tuhan yang ingin membinasakan ciptaan-Nya. Dia akan melakukan tindakan penuh kasih untuk membuat mereka yang tersesat kembali kepada-Nya.

Jika ada di antara kita yang memiliki bayangan bahwa Tuhan Allah itu kejam dan tidak mau menerima kita karena dosa kita, buang jauh-jauh pemikiran itu. Karena "TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya." (Mazmur 145:8)

Dan Tuhan berfirman: "Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" (Wahyu 3:19)

Kepada siapapun yang ditegor dan dihajar Tuhan melalui peristiwa-peristiwa hidup; sudah saatnya berpaling kembali kepada Tuhan. Semua itu semata-mata karena Dia tidak ingin kita binasa. Lebih baik sakit di dunia karena ditegor Allah, daripada menderita selamanya di neraka.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 8 June 2013

DAILY BREAD June 8th, 2013

"AKU YANG MEMILIHMU"

Yohanes 15:16
"Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."

Apabila kita membaca Alkitab, banyak tokoh-tokoh tak terduga yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa. Salah satu diantaranya adalah Rasul Paulus.

Dahulu, dia adalah seorang yang taat pada adat istiadat Yahudi dan dia juga penganiaya umat Allah. Tak ada yang menyangka, seseorang yang tadinya menolak Allah, akhirnya menjadi seorang rasul yang luar biasa.

Jika direnungkan, hal seperti itu sungguh tak dapat dipahami oleh akal manusia; sesuatu yang mustahil. Namun begitulah rencana Tuhan; tak dapat terselami oleh manusia.

Pada saat ini, jika ada di antara kita yang merasa tidak mampu/tidak layak melayani Tuhan; tak ada alasan untuk menolak-Nya. Sebab bukan karena kita yang telah memilih Dia, tetapi Dialah yang telah memilih kita untuk menjadi penyalur berkat-Nya.

"Mengapa saya?"

Karena Tuhan lebih mengenal kita. Dia tahu kemampuan kita, dan terlebih, Dia tahu kedalaman hati kita. Tak mungkin Tuhan asal memilih kita.

Tuhanlah yang telah memilih kita. Dia yang memilih, Dia juga yang akan memampukan kita melakukan kehendak-Nya. Semua itu semata-mata hanya untuk keselamatan semua umat manusia.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 7 June 2013

DAILY BREAD June 7th, 2013

TUHAN MENDENGAR

Mazmur 18:7
"Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya."

Saat dalam masalah, tak pernah ada seorangpun yang bisa diandalkan kecuali Tuhan. Hanya Dialah satu-satunya pribadi yang mengerti kita lebih dari siapapun.

Tuhan telah menjawab kita sebelum kita memanggil-Nya; bahkan Dia telah mendengarkan kita ketika kita sedang berbicara. (Yesaya 65:24) Dia sangat mengerti dan memahami kita, ciptaan-Nya sendiri.

Namun tatkala Tuhan telah memberikan jawaban, kerapkali kita tak mendengar-Nya. Kita terlalu sibuk dengan ke'galau'an yang kita ciptakan sendiri.

Suara Tuhan itu lemah lembut. Bagaimana kita bisa mendengarkan suara-Nya jika kita berada dalam kondisi yang gaduh?

Itulah sebabnya kita membutuhkan saat teduh; saat di mana kita mendengarkan Tuhan yang berbicara kepada kita.Mendengarkan Tuhan berbicara melalui Firman-Nya dan melalui hati kita.

Berdoa adalah saat kita berbicara kepada Tuhan, dan bersaat teduh adalah saat Tuhan berbicara kepada kita.

Jika kita tak kunjung mendapat jawaban dari Tuhan, itu bukan karena Tuhan mengabaikan kita. Tetapi karena kegaduhan yang kita ciptakan sendiri; itulah yang menutupi telinga kita terhadap suara-Nya.

Mari dengarkan suara-Nya yang begitu lembut dan penuh kasih di tengah badai kehidupan ini. Karena di situlah kita mendapatkan kekuatan dan penghiburan yang sesungguhnya.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 6 June 2013

DAILY BREAD June 6th, 2013

TUBUHKU IALAH BAIT ALLAH

1 Korintus 6:19-20
"Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"

Banyak orang yang secara sadar ataupun tidak sadar mengabaikan kesehatan tubuhnya. Beberapa cara untuk merusak tubuh, diantaranya: makan makanan tidak sehat, pola makan yang tidak teratur, merokok, minuman keras, narkoba, dan lain-lain.

Berbagai alasan pun kerap kali muncul untuk membenarkan tindakan yang salah tersebut. Misalnya, jarang makan karena sedang diet, merokok untuk membuktikan kejantanan seorang pria, minuman keras untuk menghangatkan tubuh, dan sebagainya.

Tubuh kita ini adalah bait Roh Kudus; bait Allah sendiri. Kita harus menjaga tubuh kita sebaik mungkin karena tubuh kita ini bukanlah milik kita sendiri; tubuh ini milik Allah. Dia yang menciptakan kita, Dia telah membayar lunas kita.

Sesungguhnya kita tak memiliki hak atas tubuh dan juga kehidupan kita, tapi Tuhan memberikan kita kehendak bebas. Oleh sebab itu, pergunakanlah kehendak bebas itu hanya untuk menyenangkan hati-Nya, menyukakan Dia yang menciptakan kita.

Muliakanlah Tuhan dengan segala sesuatu yang ada pada diri kita; harta benda, tubuh, jiwa, dan juga roh kita. Sebab segala sesuatu berasal dari Allah. Dan apa yang berasal dari Allah harus dijaga sebaik mungkin sebagai pertanggungjawaban kita pada-Nya.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 5 June 2013

DAILY BREAD June 5th, 2013

DATANGLAH PADA-KU

Matius 11:28-30
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Tak seorangpun yang tak pernah merasa berat dalam mejalani kehidupan. Mulai dari masalah ekonomi, fisik, batin, dan sebagainya. Rasanya letih untuk menanggung beban kehidupan ini.

Bagaikan berada dalam lubang hitam nan dalam; begitu gelap dan tak ada yang dapat menolong. Namun saat ini, pandanglah ke atas, tempat di mana cahaya berada. Yesus sedang mengulurkan tangan-Nya pada kita; Dia mau mengangkat kita ke atas!

Yesus mengajak jiwa-jiwa yang letih, lesu, dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya, memikul kuk yang Ia pasangkan dan belajar kepada-Nya. Jika ketiganya dilakukan, maka kita akan mendapat kelegaan dan jiwa kita tenang karena kuk yang Ia berikan itu ringan.

Tanggalkanlah beban dunia yang berat; datanglah kepada-Nya dan ikuti Dia. Sebab kita tak pernah dapat menjalani hidup dengan kekuatan sendiri; kita membutuhkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan kita.

Jika Tuhan memberikan keringanan dan kelegaan kepada yang mau mengikuti Dia;
apakah yang dapat membuat kita ragu dan berpaling dari-Nya?

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 4 June 2013

DAILY BREAD June 4th, 2013

TUHAN, MENGAPA ENGKAU MENJAUH?

Yesaya 59:1-2
"Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

"Tuhan, katanya Kau tak pernah jauh dariku. Tapi mengapa aku merasa sendiri? Aku merasa Kau jauh dariku..."

Pernahkah kita merasa Tuhan jauh?
Kita rajin berdoa, bersaat teduh, membaca Firman Tuhan, dan segala kegiatan rohani sering kita hadiri; namun semua itu terasa hambar. Kita merasa Tuhan jauh dari kita.

Sesungguhnya bukan Tuhan yang menjauh dari kita; kitalah yang menjauh dari-Nya. Meskipun kita berkata, "Saya tidak pernah berniat untuk menjauh dari Tuhan," namun perbuatan kitalah yang menunjukkan kita menjauh dari Tuhan.

Tuhan tahu pasti kita tak ingin jauh dari-Nya. Tetapi seringkali, sadar ataupun tidak sadar, kita menjauh dari-Nya dengan mengikuti si iblis. Kita melakukan perbuatan yang tak sejalan dengan rencana Tuhan dan mendatangkan dosa. Dosa-dosa kitalah yang memisahkan kita dengan Tuhan.

Bagaimana caranya supaya kita bisa kembali kepada-Nya?

Melalui Yesus.

Atas pengorbanan-Nya di kayu salib, kita telah menang dan mendapatkan hidup. Betapa mahal harga yang Ia bayar untuk menebus kita. Oleh sebab itu, untuk kembali kepada Bapa, kita membutuhkan Yesus. Darah-Nyalah yang membersihkan kita dari dosa-dosa kita. Dialah penghubung antara Allah Bapa yang kudus dengan manusia yang berdosa.

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."" (Yohanes 14:6)

Dosa kitalah yang memisahkan kita dengan Bapa, dan hanya Yesuslah yang dapat menyatukan Bapa dan kita kembali.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 3 June 2013

DAILY BREAD June 3rd, 2013

NAMA TUHAN

Amsal 18:10
"Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat."

Saat kita sedang berada dalam masalah dan membutuhkan penguatan, siapa yang biasa kita hubungi?
Keluarga?
Sahabat?
Teman?
Atau mungkin orang asing?
Apa yang dirasakan setelah kita menghubungi mereka?

Tentu perasaan kita menjadi lebih ringan. Namun ada kalanya orang-orang terdekat dan yang kita anggap paling mengerti sekalipun tak dapat mengerti isi hati kita. Jadi siapakah yang dapat menolong kita?

Hanya Tuhan yang mengerti kita. Dia mengerti lebih dari orang lain, bahkan lebih dari diri kita sendiri. Dia yang menciptakan kita, maka sudah pasti Dialah yang paling mengerti kita.

Jika kita memiliki masalah, kesulitan, membutuhkan perlindungan; carilah Tuhan. "Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!" (Yesaya 55:6)

Bila kita berada dalam kesesakan, kesulitan, dan segala yang membuat kita lemah; mari ambil waktu sejenak. Masuk ke dalam kamar, kunci pintu, tenangkan diri, dan serukanlah nama Tuhan.

Ingatlah dan rasakanlah; betapa indahnya Tuhan.

Saat kita cari wajah-Nya, kita menemukan kasih-Nya; Dia selalu dekat dengan kita.

Saat kita panggil Dia, Dia menjawab. Dia selalu mendengarkan kita.

Tuhan adalah pribadi yang penuh dengan kasih; dimana hati yang hancur pun mampu dipulihkan-Nya.

Dialah menara perlindungan dan juga sumber kekuatan bagi kita yang lemah.

"TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku." (Mazmur 118:14)

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 2 June 2013

DAILY BREAD June 2nd, 2013

YA ABBA, YA BAPA

Roma 8:15
"Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!""

Setiap orang, juga kita yang sudah percaya, seringkali merasa bersalah kepada Tuhan jika kita telah melakukan dosa dan kesalahan berulang kali. Merasa bahwa diri ini tidak patuh sehingga perasaan bersalah muncul dan berkata bahwa diri ini tak layak lagi bagi Tuhan.

"Aku ini berdosa, aku tak patuh pada Bapa. Aku sering bertobat, namun aku pun sering mengulanginya. Masih layakkah aku datang kembali kepada-Nya?"

Itu hanyalah intimidasi iblis. Iblis pakai rasa bersalah kita supaya kita mundur secara perlahan dari Tuhan. Membuat kita merasa tidak layak lagi bagi Tuhan dan membuat kita menjauhi Tuhan.

Saat ini, jika kita melakukan kesalahan yang sama berkali-kali, kita berusaha berubah namun tak kunjung berhasil; ingat Yesus yang terjatuh tiga kali saat memanggul salib. Ada kalanya kita terjatuh dan terjatuh lagi, dan jangan sampai kita terpuruk tanpa berusaha bangkit.

Kita ini bukan lagi orang asing bagi Allah. Kita tidak menerima roh perbudakan yang membuat kita takut, tetapi kita menerima Roh yang membuat kita layak untuk memanggil Allah: "Ya Abba, ya Bapa!"

Dialah Bapa kita; Bapa yang penuh dengan kasih. Apapun yang kita lakukan, selama kita mau kembali kepada-Nya, tangan-Nya selalu terbuka bagi kita. Dia sendirilah yang akan mengajarkan kita.

"Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." (Mazmur 32:8)

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

PS: Terima kasih untuk semua orang yang telah mendukung dan menguatkan saya. Tuhan memberkati.. O:)

Saturday, 1 June 2013

ANNOUNCEMENT

Shalom saudara-saudaraku yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Selain dari Tuhan, saya juga ingin meminta maaf dan juga pengampunan dari saudara-saudara yang selama ini membaca renungan-renungan saya.

Saya mengatakan ini karena saya tidak/belum bisa melaksanakan Firman Tuhan mengenai pertobatan yang kemarin saya bagikan.

Saya tidak mau kesalahan-kesalahan saya menjadi batu sandungan, oleh sebab itu untuk beberapa hari kedepan saya tidak dapat membagikan renungan sampai saya benar-benar pulih kembali.

"Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri." (Yakobus 1:22)

Terima kasih atas perhatiannya.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 31 May 2013

DAILY BREAD May 31st, 2013

BERTOBATLAH!

Hosea 14:2-3a
"Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN!"

Bertobat; satu kata yang bila dimaknai dan dilakukan sepenuh hati, mampu mengubah segalanya.

Tak jarang kita melihat seseorang berkata, "Ya, saya menyesal telah melakukan dosa-dosa itu. Saya mau bertobat pada Tuhan." Namun setelahnya, sikap dan perilaku mereka tak berubah. Mereka tetap melakukan kesalahan-kesalahan dan tak ada perubahan yang berarti.

Banyak orang mengetahui apa definisi dari bertobat, bagaimana tata cara bertobat, dan segala teori-teori lainnya. Tetapi tak banyak yang mengetahui dan mendalami makna sesungguhnya dari bertobat.

Mudah bagi kita untuk mengatakan bertobat, namun pertobatan yang sesungguhnya dilihat dari perubahan diri ke arah yang lebih baik. Di situlah tantangan dari pertobatan sejati.

Pertobatan yang sejati menuntut kita untuk:

*)menyesali dosa kita, karena dengan menyesal kita tak akan mengulang kembali dosa kita;

*)introspeksi diri guna merenungi apa saja yang harus diperbaiki;

*)merubah cara hidup, dengan menjauhi tindakan yang dapat membawa kita kembali pada dosa.

Dengan bertobat, segala kutuk dapat diubah menjadi berkat.

Dengan bertobat, kita bagaikan terlahir kembali.

Dengan bertobat, kita berubah menjadi lebih baik dan semakin layak untuk berada dalam Kerajaan Allah.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 29 May 2013

DAILY BREAD May 29th, 2013

DARI MANA DATANGNYA PENCOBAAN?

Yakobus 1:13-15
"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."

Pernahkah kita mendengar seseorang menyalahkan Tuhan atas keadaan yang dialaminya? Misal, hidup dalam kemiskinan, hubungan keluarga yang hancur, merasa kurang beruntung, dan lain sebagainya.

Sebenarnya bukan Tuhan yang salah. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Mengikuti Tuhan tidaklah mudah. Ada harga yang harus dibayar, dan salah satunya adalah godaan si iblis. Iblis akan menggoda anak-anak Tuhan supaya mereka berpaling dari-Nya. Tak akan pernah dia menyerah untuk menggoda anak-anak-Nya.

Lalu mengapa dikatakan bahwa pencobaan yang kita alami datangnya dari keinginan kita, dan bukan karena iblis?

Setiap manusia memiliki kehendak bebas. Iblis hanya menggoda manusia, namun keputusan akhir tetap berada di tangan manusia sendiri. Jika kita teguh dalam Tuhan, kita tak akan tergoda oleh bujuk rayuan si iblis.

Sangatlah berbahaya jika kita memutuskan untuk menerima bujuk rayuan si iblis. Jika tidak dihentikan, keputusan tersebut akan membuahkan dosa. Dari dosa-dosa itulah, sesungguhnya kita sedang berjalan menuju ke kebinasaan; neraka.

Jika keadaan kita tidak baik, merasa bahwa Tuhan begitu tega dan kejam...

Pikirkan kembali.

Renungkanlah...
dan berbaliklah pada Tuhan.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 28 May 2013

DAILY BREAD May 28th, 2013

PERANTARA TUHAN

1 Raja-raja 18:37
"Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."

Elia menegur bangsa Israel yang berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala. Ia pun menantang 450 nabi-nabi Baal dengan mempersembahkan korban bakaran dan membiarkan allah pujaan mereka yang menyalakan apinya.

Para nabi Baal tak mampu menyalakan api untuk korban bakaran mereka. Lama mereka berusaha tapi tak datang juga api dari allah yang mereka sembah. Elia mencemooh mereka dan ia pun memberikan korban bakaran bagi Allah. Meski seorang diri, ia memiliki Tuhan, Sang Pencipta Semesta. Korban bakaran serta kayu bakaran telah disiram air tiga kali, namun api dari Tuhan menghabiskan korban bakaran Elia, bahkan sisa air siraman di parit sekeliling korban bakaran pun kering tak bersisa.

Umat Israel yang melihatnya pun dengan segera memuji keagungan Tuhan. Para nabi Baal pun ditangkap dan disembelih.

Dari salah satu kisah Elia ini, kita dapat melihat betapa Tuhan sungguh amat besar dan tak ada satupun yang dapat menandingi-Nya. Elia dipakai Tuhan untuk menjadi perantara-Nya.

Elia yang seorang diri melawan 450 nabi Baal; sedikit atau banyaknya pengikut Tuhan tak menentukan kuasa Tuhan. Meski seorang diri, Elia memiliki Tuhan yang sangat dahsyat. Oleh sebab itu ia tidak takut dan tidak gentar.

Kayu dan korban bakaran telah basah karena air, pastilah sulit untuk membakarnya. Namun dengan mudah Tuhan menghabiskannya dalam.waktu sekejap; tak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Dengan keyakinan penuh kepada Tuhan Allah, Elia mampu membawa bangsa Israel untuk bertobat.

Layaknya Elia; maukah kita menjadi perantara Tuhan:

*) meski kita sendiri?
Karena sesungguhnya kita tak pernah benar-benar sendiri.

*) meski keadaan di depan mata terlihat mustahil?
Karena bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

"Jadilah perantara Tuhan yang tak ragu akan kuasa-Nya dan tak pernah gentar apapun kondisinya."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 27 May 2013

DAILY BREAD May 27th, 2013

MEMPELAI DAN PENGANTIN

Yesaya 62:5
"Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu."

Sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta pastilah teramat bersukacita jika mereka bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Dua insan telah dipersatukan oleh Tuhan melalui perantara imam. Dua jadi satu; saling mendampingi, saling melengkapi, dan tetap setia.

Begitu pula hubungan kita dengan Tuhan Allah. Kitalah pengantin perempuan dan Dialah mempelai laki-lakinya. Tuhan melamar hati kita supaya kita tetap bersatu dengan Dia. Bukan lagi dua, tapi satu dengan Tuhan.

Dialah yang menjadi suami; kepala rumah tangga. Dia yang mengatur, Dia yang mencukupkan. Dengan penuh sukacita Dia menyambut kita, bagaikan seorang mempelai yang melihat pengantin perempuan.

Tuhan Allah sedang melamar kita. Dia menginginkan kita hidup bersama dengan-Nya, dalam suka dan duka kehidupan ini. Dialah yang akan menolong dan mendukung kita.

Bukan dengan kedagingan dan manusiawi Dia tunjukkan cinta-Nya, tapi Dia buktikan dengan mengorbankan Yesus di kayu salib. Itulah bukti cinta, sayang, dan kasih Tuhan kepada kita manusia. Dia rela berikan Putra-Nya yang tunggal untuk kita. Suatu harga yang teramat mahal, dan tak ada satupun di dunia ini yang sebanding dengan pengorbanan-Nya.

Tuhan sedang melamar kita; Dia mau menjadi kekasih hati kita. Mas kawin yang Dia berikan adalah Yesus dan salib-Nya. Di berjanji akan selalu mendampingi kita. Apakah jawaban kita?

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 25 May 2013

DAILY BREAD May 25th, 2013

MENOLONG YANG HINA

Matius 25:40
"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Tingkatan sosial dalam masyarakat seringkali membuat orang memilih dan memilah siapa saja yang layak untuk didekati juga yang tak layak didekati. Umumnya mereka yang terpandang jauh lebih sering didekati daripada yang tersisih dan hina.

Anak yatim piatu, janda, pengemis, gelandangan, mereka yang terkurung di penjara, dan lainnya; mereka sering dipandang sebelah mata hanya karena kedudukan sosialnya rendah.

Sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh membedakan sesama berdasarkan kedudukan sosial. Kita semua sama, diciptakan dan dikasihi oleh Tuhan yang sama. Apa yang kita lihat di depan mata tidak sama dengan apa yang Tuhan lihat. Manusia melihat apa yang ada di depan mata, tapi Tuhan melihat hati.

Apabila kita hidup dalam kelimpahan, jangan lupakan mereka yang kekurangan; mereka yang hina dan tersisihkan. Ingat bahwa kita harus meneruskan kebaikan Tuhan kepada orang lain, terlebih kepada mereka yang hina. Sebab kita yang selamat pun ditolong Tuhan; Dia ambil kita dari tempat yang hina dan penuh dosa, kemudian Dia jadikan kita sebagai anak kesayangan-Nya.

Jadilah perpanjangan tangan Tuhan dalam menolong sesama yang kurang mendapat perhatian masyarakat. Sebab apa yang kita perbuat bagi orang lain yang membutuhkan, kita pun telah melakukannya untuk Tuhan.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 24 May 2013

DAILY BREAD May 24th, 2013

DUNIA TERBALIK

Yesaya 5:20
"Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit."

"Jaman semakin edan!"

Kata-kata tersebut sudah tak asing lagi di telinga kita. Sebenarnya jaman tak pernah menggila; dari dulu sampai sekarang, satu hari tetaplah 24 jam. Yang sesungguhnya menggila adalah manusia.

Semakin hari, kasus-kasus yang bermunculan di media massa semakin memprihatinkan. Pencurian, korupsi, dan tak jarang pembunuhan sadis. Sepertinya, dengan dipublikasikannya kabar seperti itu bukan menyadarkan masyarakat, tetapi membuat mereka mencontoh tindakan tersebut.

Suatu hal yang buruk bisa menjadi suatu hal yang biasa karena terlalu sering terjadi. Bukan hanya tindakan kriminal atau yang berkaitan dengan hukum saja, tapi dari keseharian kita. Betapa seringnya kita mendengarkan kata-kata kosong, kasar, dan segala sumpah serapah. Pada akhirnya, kata-kata tersebut sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari kita.

Sebaliknya; perbuatan jujur, perkataan yang baik, dan terlebih mengasihi setulus hati dianggap tabu dan naif.

Hari ini, kita diingatkan kembali untuk menjauhi yang salah dan melakukan yang benar di mata Tuhan. Tak peduli apapun yang dunia katakan, tetap berjalan dalam kebenaran. Sebab kita hidup dan selamat bukan karena perkataan manusia, tetapi kita hidup dan selamat karena perkataan Tuhan atas kita.

"Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." (Mazmur 34:15a)

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 23 May 2013

DAILY BREAD May 23rd, 2013

SETURUT PERINTAH-NYA

Imamat 26:3-4
"Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya."

Tak ada manusia yang ingin hidup sengsara dan menderita. Setiap manusia pasti ingin segala usaha dan jerih payahnya berhasil.

Tuhan berjanji kepada umat Israel, bahwa setiap orang yang mau menuruti ketetapan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya akan dibuat-Nya berhasil. Segala usaha yang dilakukan akan diberkati, dimudahkan, dan berbuah.

Janji-Nya masih berlaku sampai saat ini. Siapapun yang taat kepada Tuhan akan disukseskan-Nya selalu. Segala jalannya akan diberkati, dimudahkan, dan berhasil pada waktunya.

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

"dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini." (1 Raja-Raja 8:61)

Hiduplah melekat dengan Tuhan, dan Dia akan memudahkan jalanmu serta membuat segala usahamu berhasil.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 22 May 2013

DAILY BREAD May 22nd, 2013

KEMBALILAH!

Yesaya 44:22
"Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!"

Salah satu perumpamaan Yesus yang sangat indah adalah perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Dalam perumpamaan tersebut, digambarkan seorang bapa yang begitu teramat sangat mengasihi anaknya meskipun anak bungsunya telah berlaku tidak hormat dan durhaka kepada bapanya. Pribadi bapa dalam perumpamaan tersebut menggambarkan pula pribadi Allah yang penuh dengan kasih.

Kita ini anak-anak yang dikasihi-Nya. Sering kali kita berlaku seperti sang anak bungsu; karena kekayaan yang diberikan Bapa, kita lupa diri dan menjauh dari-Nya kemudian tinggal dalam dosa. Jika kita kesulitan akibat perbuatan kita sendiri, barulah kita menyadari betapa bodohnya kita meninggalkan Bapa.

Di sinilah iblis sering menghambat. Saat kita mau kembali pada Bapa, iblis akan berupaya menggagalkannya. Dia akan menakut-nakuti kita dan berkata bahwa kita sudah terlalu 'kotor' untuk kembali pada-Nya. Iblis berkata seperti itu supaya kita meragukan kasih Bapa dan akhirnya kita tak mau kembali kepada-Nya!

Bagi kita yang sedang terpuruk dalam dosa dan ingin kembali pada Bapa, jangan mundur! Jangan dengarkan apa kata mereka yang ingin menjatuhkan kita dan jangan dengarkan perkataan iblis! Sebab kasih menutupi segala sesuatu. (1 Korintus 13:7a) Dosa dan pelanggaran kita pun Dia hapuskan asal kita mau kembali kepada-Nya.

"Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18)

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 21 May 2013

DAILY BREAD May 21st, 2013

MERAMPAS YANG TERSESAT

Yudas 1:22-23
"Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa."

Keadaan dunia semakin hari semakin memprihatinkan. Mulai dari kasus pembunuhan, pencurian, korupsi, dan sebagainya. Lebih banyak manusia yang mengikuti dunia daripada yang mengikuti Tuhan.

Kita, orang-orang pilihan Tuhan, yang telah percaya dan diselamatkan, harus menolong mereka yang mengikuti dunia. Kita harus meraih jiwa-jiwa mereka sebanyak mungkin supaya mereka pun selamat.

Dalam Yudas 1:22-23 dikatakan bahwa:

*) Kita harus menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu; artinya kita harus prihatin dan memberikan perhatian kepada mereka yang tersesat.

*) Merampas mereka dari api; menyelamatkan mereka supaya mereka tidak masuk ke dalam hukuman kekal di neraka.

*) Menunjukkan belas kasihan disertai ketakutan kepada orang lain; bukan berarti kita takut kepada mereka, tetapi supaya kita berhati-hati bertindak di dalam keprihatinan kita.

*) Membenci pakaian mereka yang dicemarkan dosa; kita tidak boleh membenci pribadi mereka, tetapi kita harus membenci perbuatan mereka yang mendatangkan dosa.

Saat kita melihat mereka yang masih terbelenggu dunia, janganlah membenci pribadi mereka. Bencilah perbuatan mereka. Sebab jika kita membenci pribadi mereka, Tuhan tak dapat berkarya melalui kita karena kita telah menutup jalan untuk mereka. Jika kita membenci perbuatan mereka dan mengasihi pribadi mereka, tentu kita akan berusaha untuk menyelamatkan mereka.

Selamatkanlah jiwa-jiwa yang tersesat. Buatlah mereka melepaskan pakaian lama yang ternodai dosa dan menggantinya dengan pakaian baru yang telah disediakan oleh Tuhan.

Selamat malam..
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 20 May 2013

DAILY BREAD May 20th, 2013

JALAN TUHAN

Mazmur 25:10
"Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya."

Seperti apakah jalan Tuhan? Adakah di suatu tempat di dunia ini?

Jalan Tuhan bukanlah jalan yang biasa kita lalui setiap hari jika kita pergi ke suatu tempat. Jalan Tuhan adalah jalan hidup manusia yang diatur oleh Tuhan sendiri.

Tidak setiap jalan hidup yang manusia ambil adalah jalan Tuhan. Dalam kehidupan ini, kita selalu dihadapkan kepada dua jalan; jalan keselamatan yang dari Tuhan dan jalan kebinasaan yang dari iblis.

Tentu semua ingin selamat, namun tak mudah untuk menempuh jalan keselamatan. Jalan yang dilalui sempit, berliku-liku, bergunung dan berlembah, belum lagi banyak batu sandungan. Bandingkan dengan jalan kebinasaan; luas, tak berliku, datar, mulus bagaikan jalan tol.

Sekilas memang jalan kebinasaanlah yang nyaman dilalui, tapi jangan terkecoh hanya karena kenyamanan! Pikirkanlah apa yang akan kita dapatkan dan bukan yang kita rasakan sekarang.

Berjalan di jalan Tuhan memang tak mudah, namun itu semua Tuhan jadikan supaya kita berhati-hati, mau berjuang, dan terus percaya kepada Tuhan. Dengan cara itulah, kita layak untuk mendapatkan keselamatan.

Lagipula, selama kita berada dalam jalan Tuhan, meskipun terlihat berat, Tuhan selalu mendampingi kita. Tak pernah sekalipun kita ditinggalkan. Itulah sebabnya Daud mengatakan bahwa segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

Jika ada yang merasa kelelahan di jalan Tuhan dan berpikir untuk mundur; pikirkan kembali tentang apa yang akan kita dapatkan di akhir perjalanan.

Tetaplah setia di jalan Tuhan, sebab mahkota abadi telah tersedia di akhir perjalanan kita.

Selamat malam..
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 19 May 2013

DAILY BREAD May 19th, 2013

PENGHIBUR

Yohanes 14:26
"tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Sebelum Yesus disiksa dan disalibkan, Dia menjanjikan Penghibur di dunia. Yesus mengetahui bahwa para murid akan berduka karena kematian-Nya. Orang yang mereka kasihi, mereka percayai, dan mereka hormati akan pergi meninggalkan mereka; lalu siapa yang menemani dan membimbing mereka di dunia?

Penghibur yang Yesus janjikan bukan sekadar penghibur biasa. Dia bukan hanya menghibur; Dia juga mengajar, mengingatkan, menguatkan, dan menuntun orang percaya untuk melangkah di jalan Tuhan.

Rupa-Nya tak terlihat, namun kehadiran-Nya dapat kita rasakan. Melalui hati kita, Dia hadir dan memberikan segala sesuatu yang kita perlukan. Saat kita sedih, Dia hibur. Saat kita lemah, Dia kuatkan.

Yesus tidak hanya menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul saja, Dia juga menjanjikan-Nya kepada orang yang percaya akan Yesus.

Bermodalkan kepercayaan, kesetiaan, dan juga iman pada Yesus, kita mendapatkan kuasa yang begitu luar biasa. Kuasa dari Roh Kudus yang akan terus mengalir dan mengendalikan seluruh kehidupan kita. Dan semua itu supaya kemuliaan Tuhan semakin nyata di dunia ini.

"Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: 'Terimalah Roh Kudus.' " (Yohanes 20:22)

Selamat Hari Pentakosta

Selamat malam..
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 18 May 2013

DAILY BREAD May 18th, 2013

HAL MEMBERI DAN MENERIMA

Kisah Para Rasul 20:35
"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Sudah menjadi rahasia umum bahwa manusia lebih suka menerima daripada memberi. Meskipun sedikit, sulit rasanya untuk memberikan sesuatu yang dimiliki. Jika pun memberi, ada maksud tertentu di baliknya.

Bagi kita yang mengikut Yesus, kita harus mengubah sifat tersebut. Saatnya kita memberi dan bukan diberi. Kita punya Yesus sebagai teladan. Dia rela memberikan nyawa-Nya bagi kita tanpa ingin diberi kesempatan bebas dari hukuman mati. Meskipun saat itu Pilatus mampu membebaskan-Nya secara dunia, tapi Yesus tetap setia pada perintah Bapa.

Yesus mengatakan supaya kita memberi bukan kepada yang dapat membalas kebaikan kita. Sebaliknya, kita memberi kepada mereka yang tak dapat membalas kebaikan kita, supaya Tuhan sendirilah yang membayar kebaikan kita. (Lukas 14:12-14)

Jika ada yang bertanya, "Apakah yang harus saya beri? Saya sudah kekurangan, bagaimana mungkin dapat memberi?"

Memberi bukan hanya diukur dari harta dan juga keadaan hidup kita. Kita bisa memberikan sesuatu yang sederhana; senyuman pada orang asing, kasih pada mereka yang tersisih, uluran tangan pada yang terjatuh, dan sebagainya.

Ketahuilah, Tuhan tak pernah menginginkan kita kekurangan. Dengan kita memberi, kita akan menerima. Menerima penglihatan, bahwa banyak yang lebih membutuhkan daripada kita; menerima kenyataan, bahwa hidup bisa menjadi indah dengan memberi.

Semakin banyak kita memberi kepada sesama, semakin banyak anugerah-Nya bagi kita.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 17 May 2013

DAILY BREAD May 17th, 2013

INDAH PADA WAKTUNYA

Pengkhotbah 3:11
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

Dalam hidup ini, segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; dan seterusnya (Pengkhotbah 3:1-8).

Jika direnungkan baik-baik, kehidupan manusia tak pernah lepas dari tangan Tuhan.

Kita tak pernah benar-benar terjatuh saat keadaan terasa begitu buruk; selalu ada sesuatu yang Tuhan gunakan untuk membangkitkan semangat kita, misalnya keluarga, sahabat, dan lain-lain.

Saat keadaan baik pun, Tuhan mengingatkan kita kepada orang-orang yang tak berkecukupan supaya kita sadar diri dan tidak sombong.

Ada kalanya sebuah pertanyaan muncul dalam diri kita, "Siapakah aku ini, Tuhan? Rencana-Mu sungguh teramat indah bagiku yang hanyalah sebutir debu di kaki-Mu."

Itulah kasih Tuhan. Dia akan memberikan berkat yang berlimpah bagi kita yang mau hidup di dalam kebenaran-Nya.

Tak pernah ada manusia yang bisa menyelami pekerjaan Tuhan. "Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya." (Pengkhotbah 8:17b-c)

Banyak sekali alasan bagi kita untuk mengikuti Tuhan dan menyerahkan seluruh hidup kita bagi-Nya. Dia yang menciptakan kita, Dia tak akan membiarkan kita menderita di dunia. Percayalah, segala sesuatu ada waktunya.

Saat ini, jika ada di antara kita yang berhadapan dengan hujan badai, percayalah bahwa Tuhan akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 16 May 2013

DAILY BREAD May 16th, 2013

HIDUPKU DALAM TANGAN-MU

Mazmur 22:11
"Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku."

Salah satu kalimat dari mazmur Daud ini mengingatkan kita bahwa sebelum lahir pun, Tuhan adalah Allah kita. Hidup kita telah direncanakan-Nya dan dirancang sedemikian rupa untuk menyatakan kasih-Nya di dunia.

Terkadang muncul pertanyaan di benak kita, "Jika hidup manusia ada dalam tangan Tuhan, mengapa banyak orang di luar sana yang menderita dan tingkah lakunya rusak?"

Tuhan memberikan kita kehendak bebas. Memang hidup kita ada dalam tangan-Nya, namun ada pula si iblis yang mencobai anak-anak Tuhan. Keinginan si iblis adalah untuk menjatuhkan anak-anak-Nya dan membawa mereka ke neraka. Itulah sebabnya banyak orang yang 'rusak'; karena mereka salah menggunakan kehendak bebas dan mengikuti iblis.

Bagi kita yang percaya, tentunya Tuhan adalah prioritas utama dalam hidup. Dialah segalanya di atas segalanya.

Mengapa?
Karena Dia yang menciptakan kita, Dia yang menghidupi kita, Dia juga yang mengatur kehidupan kita. Sungguh suatu anugerah bagi kita karena kita dapat merasakan kasih-Nya yang teramat sangat luar biasa!

Oleh sebab itu, percayakan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Mari katakan dengan penuh kepercayaan dan penyerahan diri, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kupercayakan jiwaku dan kehidupanku."

"Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya." (Yosua 14:10a)

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 15 May 2013

DAILY BREAD May 15th, 2013

JANGAN MENOLAK DIDIKAN

Yeremia 6:8
"Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!" "

Perbuatan bangsa Yerusalem dan Yehuda sangatlah mengecewakan. Mereka berkata, "Ya!" namun tindakan mereka berkata, "Tidak!" Apa yang mereka katakan berlawanan dengan perbuatan mereka. Bahkan mereka menodai Bait Allah dengan berhala.

Tuhan tak menyukai perbuatan mereka tersebut. Hal itu adalah kekejian bagi-Nya. Akhirnya Tuhan berfirman kepada mereka sebagai peringatan, supaya mereka menyesal, bertobat, dan memperbaiki diri. Jika tidak, mereka akan binasa.

Hal itu semata-mata karena Tuhan tidak ingin mereka binasa, melainkan karena Dia begitu mengasihi mereka.
"Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" (Wahyu 3:19)

Apakah kita pernah/sedang berada dalam kondisi seperti bangsa Yerusalem dan Yehuda?

Jangan tolak didikan Tuhan!
Dia bukan mengancam akan membinasakan kita, namun Dia memperingati kita supaya kita selamat.

"Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa." (Ayub 5:17)

Selamat siang..
Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 14 May 2013

DAILY BREAD May 14th, 2013

TETAP SETIA

1 Korintus 15:58
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

Salah satu bagian dari surat Paulus ini menjadi penyemangat sekaligus pukulan bagi kita yang merasa lelah dan lemah saat bekerja di ladang Tuhan. Ayat ini mau mengingatkan kita untuk tetap setia melakukan pekerjaan-Nya, sebab segala jerih payah kita tidak akan sia-sia begitu saja.

Ada kalanya kita merasa lelah dan lemah; itu karena kita masih memikul sendiri beban kita. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan. Biarkanlah Dia yang bekerja atas diri kita dan lihatlah betapa ajaib perbuatan tangan-Nya atas kita!

Tentu kita ingin dunia dipenuhi kemuliaan Tuhan. Supaya hal itu terjadi, diperlukan kemauan diri untuk menjadi alat-Nya dan tetap setia mengikuti Tuhan meskipun kita diutus bagai domba di tengah serigala. Tetap percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik meskipun jalan-Nya tidak selalu aman dan nyaman.

Terlebih, apa yang kita tabur tak akan kembali dengan sia-sia. Meskipun harus menabur di panas terik matahari, terganggu hama, dan sebagainya; tetaplah setia! Mata Tuhan melihat kita, dan Dia tak akan menggagalkan usaha kita asal kita tetap setia dan tidak goyah.

Jadilah pekerja yang setia dan pantang menyerah, sebab kelelahan dan kelemahan kita tak sebanding dengan upah besar yang akan kita terima dari Tuhan.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 13 May 2013

DAILY BREAD May 13th, 2013

TUHAN YANG PEGANG KUASA

Keluaran 4:11
"Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?""

Musa merasa tak pantas saat Tuhan memerintah dia untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, sebab dia bukan orang yang pandai berbicara. Namun Tuhan mengatakan bahwa Dia berkuasa atas segala sesuatu, bahkan terhadap Musa. Dia mampu membuat Musa berkata-kata di hadapan bangsa Israel meski Musa tak pandai berbicara.

Kerap kali kita sama seperti Musa; merasa tak mampu dan tak cukup mahir untuk mengerjakan tugas dari-Nya. Tapi ingatlah bahwa Tuhan jauh lebih mengerti kita dari siapapun juga. Tak mungkin Dia memberikan tugas di luar batas kemampuan kita. Selain itu, tak mungkin Tuhan memberikan tugas pada kita namun Dia diam saja. Tuhan selalu ada beserta kita, terlebih saat kita mau taat dan semakin setia.

Bukan karena kita mampu secara bakat atau talenta, tapi karena Tuhan melihat hati kita yang mau dibentuk oleh-Nya. Di saat kita berkata, "Mau," kepada Tuhan, maka Dia sendirilah yang akan memampukan kita. Yang Tuhan inginkan hanyalah kesiapan kita untuk dipakai oleh-Nya dan semuanya akan mengalir begitu saja.

"Jangan ragukan kuasa Tuhan. Mari setia dan taat, sebab Dialah yang memampukan kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 12 May 2013

DAILY BREAD May 12th, 2013

SATU DALAM YESUS

Yohanes 17:23
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku."

Yesus ingin supaya di dalam Dia, semua orang menjadi satu; kita dijadikan serupa dengan-Nya. Dia ingin kita menjadi bagian dari diri-Nya supaya kita pun menerima kasih Bapa, sama seperti Yesus yang telah dikasihi oleh Bapa. Sebab kasih Bapa sungguh tak terbatas dan tak dapat tergantikan oleh apapun di dunia ini.

Kita ini orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kelahiran-Nya, kehidupan-Nya, pewartaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya menjadi bukti nyata kasih Allah Bapa yang tak terbatas. Yesus adalah Allah Putra yang diutus turun ke dunia untuk menyelamatkan kita. Tak cukup lahir dan mewartakan karya Bapa, Dia juga menebus dosa semua manusia dengan darah-Nya yang kudus.

Renungkanlah, betapa besarnya kasih Allah Bapa kepada kita hingga Ia rela mengutus Putra Tunggal-Nya sendiri ke dunia hanya untuk menyelamatkan kita, manusia yang lemah. Kita hanya sebutir pasir di mata-Nya, namun Dia mengangkat kita menjadi anak kesayangan-Nya.

Yesus pokok dan kitalah carangnya. Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. Jadilah serupa dengan Yesus; meninggalkan keduniawian dan membiarkan Bapa yang berdaulat penuh atas hidup-Nya. Kita, orang-orang yang percaya, akan dipersatukan di dalam Yesus dengan mengikuti jejak kehidupan-Nya.

"Teladanilah Yesus, maka kita akan menjadi satu di dalam Dia dan kita juga menjadi satu dengan Bapa."

Selamat malam..
Selamat menikmati limpahan kasih Tuhan..
Tuhan memberkati..

Saturday, 11 May 2013

DAILY BREAD May 11th, 2013

KEBERPIHAKAN TUHAN

Ayub 19:26-27

"Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,
yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu."

Ayub yang dituduh bersalah oleh ketiga sahabatnya, bersikeras dan percaya bahwa Tuhan akan berpihak kepadanya. Meskipun seluruh kerabat bahkan budaknya menjauhinya, dia percaya Tuhan selalu berada di sisinya dan Tuhan-lah yang akan membela serta memihak Ayub.

Pernahkah kita mengalami kejadian yang serupa dengan Ayub? Disaat semua mendesak tetapi Tuhan berkata lain?

Tuhan menguji iman kita. Dia ingin kita menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. Meskipun dunia menjauh, namun Tuhan sendiri yang akan menemani kita. Adakah yang lebih besar daripada Tuhan? Bahkan dunia dan kemegahannya pun tak dapat menandingi-Nya.

Ayub percaya bahwa tanpa kulit dan dagingpun, matanya meyaksikan Tuhan berpihak padanya. Dia merana bukan karena menderita di dunia, namun karena kerinduannya kepada Tuhan.

Mari kita teladani Ayub yang tetap setia dan percaya bahwa Tuhan selalu beserta kita; Imanuel.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 10 May 2013

DAILY BREAD May 10th, 2013

ROH SEBAGAI JAMINAN

2 Korintus 5:5
"Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita."

Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita di dunia, melainkan Dia mempersiapkan tempat bagi kita di surga. Sebagai pengganti diri-Nya dan sebagai jaminan akan janji-Nya, Dia memberikan Roh Kudus bagi kita yang percaya untuk memperoleh kehidupan yang kekal kelak.

Dalam 2 Korintus 5:7 dikatakan bahwa kita hidup bukan karena melihat, namun karena percaya. Kita memercayai apa yang sekarang tak dapat kita lihat, yang akan kita dapatkan bila kita tetap setia.

Hiduplah jangan berdasarkan apa yang kita lihat, tapi hiduplah berdasarkan apa yang kita percayai, terlebih karena Dia telah mengaruniakan Roh Kudus sebagai jaminan atas segala sesuatu yang telah disediakan-Nya bagi kita.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 9 May 2013

DAILY BREAD May 9th, 2013

MENANTIKAN YESUS

Kisah Para Rasul 1:10-11
"Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.""

Yesus telah naik ke sorga. Dia berjanji akan memberikan Roh Kudus sebagai pengganti diri-Nya di dunia ini dan Dia akan datang untuk kali kedua di dunia. Dia akan kembali ke dunia layaknya Dia naik ke surga.

Sebagai orang beriman, kita sama seperti para rasul. Kita dijanjikan akan menerima Roh Kudus, kita diutus untuk mewartakan Injil; kita adalah saksi hidup dari karya Tuhan yang terjadi atas kehidupan kita.

Yesus memang telah naik ke surga; Dia jauh. Tapi Dia telah mengirimkan Roh Kudus. Ibarat kata pepatah "Jauh di mata, dekat di hati", seperti itulah Yesus. Secara kasat mata, Dia jauh. Namun Dia selalu dekat di hati kita.

Mari kita nantikan kedatangan Yesus yang kali kedua dengan penuh sukacita dan pengharapan, melebihi penjaga yang rindukan fajar. Setialah mengerjakan apa yang Tuhan katakan, sehingga saat Dia datang kembali, kita layak.

"Nantikan Yesus dengan penuh sukacita, pengharapan, dan kesetiaan. Sehingga bila saatnya tiba, kita telah mengenakan pakaian yang layak untuk menghadiri pesta."

Selamat merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus..
Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 8 May 2013

DAILY BREAD May 8th, 2013

TEGUH DALAM PENGHARAPAN

Ibrani 6:11-12
"Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah."

Tuhan tidak sama dengan manusia. Dia tidak pernah ingkar janji, bahkan Dia bersumpah atas diri-Nya sendiri. Sekali Tuhan berjanji, Dia akan terus mengingatnya dan Dia pasti menggenapinya.

Dalam proses penggenapan janji-Nya, Tuhan ijinkan kita mendapat cobaan dan rintangan. Bukan karena Dia jahat, kita sedang kesusahan tetapi kita diberi beban yang lain; namun itu semua semata-mata karena Tuhan memakai kita untuk menggenapi janji-Nya atas kita. Dia sedang memproses kita; bagaikan emas yang harus dilebur sebelum dibentuk menjadi karya yang indah dan mahal.

Lagipula, selama kita diproses, Dia tidak menelantarkan kita begitu saja. Dia akan menjaga, menopang, dan menuntun kita sampai tujuan. Sebagai Bapa yang baik, tak mungkin Tuhan memberikan ular pada anak-Nya yang minta roti.

Pegang erat janji Tuhan. Tetap berharap, tetap percaya, tetap setia; pada akhirnya kita akan melihat janji-Nya tergenapi.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 7 May 2013

DAILY BREAD May 7th, 2013

MENYIKSA DIRI

Amsal 11:17
"Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri."

Jika kita lihat, banyak orang yang tidak tahu makna sesungguhnya dari menyiksa diri.

Mengapa?
Karena banyak yang menilai hanya dari kesenangan masing-masing pribadi.

Misalnya, seorang perokok berkata telah 'menyenangkan' tubuhnya dengan rokok yang ia hisap. Namun kenyataannya, ia merusak tubuhnya sendiri.

Dalam konteks rohani, kita menyiksa diri saat kita menjauh dari Tuhan, Sang Pencipta. Banyak orang yang menjauh dari Tuhan. Secara manusiawi, mereka merasa baik-baik saja. Namun hati mereka menjerit-jerit, mengalami kekeringan, dan kritis Firman.

Ingatlah bahwa kebahagiaan dunia ini semu, tetapi kebahagiaan yang berasal dari Tuhan tak dapat tergantikan oleh apapun dan siapapun juga.

"Berbuat baiklah kepada diri sendiri; bukan hanya jasmani, tapi juga rohani kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 6 May 2013

DAILY BREAD May 6th, 2013

MENERIMA KEBURUKAN

Ayub 2:9-10
"Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya."

Ayub yang hidup berkelimpahan tiba-tiba ditimpa bencana. Dia taat pada Tuhan, namun Tuhan mengijinkan iblis mencobai Ayub dengan maksud untuk menguji Ayub. Dalam segala pencobaan tersebut, Ayub tak menyalahkan Tuhan. Meski istrinya menyuruhnya untuk mengutuki Allah, tapi Ayub tidak melakukannya.

Teladan seorang Ayub adalah kesetiaannya kepada Allah meskipun cobaan datang terus-menerus kepadanya. Dia menerima Tuhan apa adanya, bukan karena ada apanya. Artinya, dia mengikuti Tuhan bukan karena ingin berkat serta kenyamanan hidup, tetapi dia setia mengikuti Tuhan apapun yang terjadi.

Sebagaimana kasih-Nya pada kita, tanpa pamrih; begitu pula seharusnya kita mengasihi Tuhan. Menerima Tuhan apa adanya dan tetap berteguh dalam Dia yang mahakuasa.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 5 May 2013

DAILY BREAD May 5th, 2013

PENJALA MANUSIA

Lukas 5:10b-11
"Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus."

Simon Petrus, seorang penjala ikan, mendapat perintah dari Yesus untuk menebarkan jala di tempat yang dalam dan menangkap ikan. Telah semalaman ia dan para penjala lainnya menunggu tapi tak satupun ikan yang mereka dapat. Meski kelihatannya sia-sia belaka, namun ia menurut. Yang terjadi selanjutnya, jala mereka hampir koyak karena banyaknya ikan yang tertangkap, bahkan dua perahu hampir tenggelam karena dipenuhi ikan!

Simon yang ketakutan pun meminta Yesus untuk pergi karena merasa ia tak pantas; ia manusia berdosa. Tetapi Yesus mengajaknya pergi bersama dengan Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, untuk menjadi penjala manusia. Mereka pun meninggalkan segala sesuatu untuk pergi bersama Yesus.

Ada beberapa pelajaran iman yang dapat kita ambil dari peristiwa ini.

Sekuat apapun manusia berusaha, hasilnya nihil. Namun jika usaha tersebut dilakukan bersama dengan Tuhan, hasilnya berlimpah-limpah. Sebab bagi-Nya, tak ada yang mustahil.

Penjala ikan dan penjala manusia; keduanya sama-sama menjala. Artinya, Tuhan memakai pekerjaan yang biasa kita lakukan. Berkarya dalam Yesus tak perlu menunggu studi kita selesai, pekerjaan sukses, dan sebagainya. Segala pekerjaan yang kita lakukan akan membawa berkat dan keselamatan jika ditambah dengan Yesus.

Ketiga penjala mengikut Yesus dan meninggalkan semuanya; meninggalkan dunia dan mengikuti segala kehendak Yesus. Bukan dunia yang mengikat kita, tapi Yesus-lah yang mengikat kita. Kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita.

"Jalalah jiwa-jiwa di sekeliling kita dengan menyertakan Tuhan Yesus di segala langkah kehidupan kita. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam Dia akan berhasil asal kita taat dan meninggalkan dunia untuk mengikuti kehendak-Nya."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 4 May 2013

DAILY BREAD May 4th, 2013

SELAMATKAN KAMI, TUHAN

2 Raja-Raja 19:19
"Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.""

Tatkala bangsa Yehuda dipimpin oleh Hizkia; raja Asyur, Sanherib, ingin menyerang Yehuda. Banyak negeri yang telah jatuh ke dalam tangan Sanherib, bahkan ia telah memusnahkan allah mereka. Dengan sombongnya ia berkata pada Hizkia bahwa ia akan memusnahkan Allah Yehuda. Namun rupanya Allah pencipta semestalah yang Sanherib lawan. Maka Allah membinasakan para prajuritnya dan membunuhnya melalui perantaraan kedua anak Sanherib.

Membaca kisah antara Hizkia dan Sanherib, kita menyadari bahwa Allah membela orang yang dikasihi-Nya. Barangsiapa menentang umat-Nya, maka dia menentang Tuhan. Tuhan sanggup melakukan segala perkara; Dia melindungi barangsiapa yang mengasihi-Nya. Semua itu Dia lakukan semata-mata untuk menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya; tak ada satupun di dunia dapat mengalahkan Tuhan.

Janganlah kita menjadi seperti Sanherib yang menganggap remeh Allah hanya karena dia telah memusnahkan allah-allah lain. Jangan pula kita menjadi sombong sepertinya; lupa daratan, lupa akan kuasa Tuhan.

Jadilah Hizkia yang menyerahkan segala perkara kepada Tuhan, percaya dan beriman penuh kepada Tuhan; percaya Tuhan takkan tinggal diam, dan Dia akan menunjukkan kebesaran-Nya.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 3 May 2013

DAILY BREAD May 3rd, 2013

JANJI TUHAN

1 Tawarikh 17:26-27
"Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.""

Daud bersyukur kepada Tuhan sebab Tuhan telah melakukan perkara besar atasnya. Bahkan Tuhan berfirman tentang keluarganya dalam masa yang masih jauh. (1 Tawarikh 17:17) Tuhan telah menjanjikan perkara yang baik atas Daud dan Daud meminta Tuhan memberkati keluarganya.

Daud dipakai oleh Tuhan karena Daud percaya penuh kepada Tuhan; tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Meski terlihat mustahil, Daud kecil mampu mengalahkan Goliat yang berbadan besar hanya bermodalkan batu kecil dan iman kepada Tuhan. Tak segan-segan Tuhan pun memberikan janji-Nya kepada Daud dan keturunannya supaya nama Tuhan semakin dimuliakan oleh karena keturunannya.

Mari kita mencontoh Daud. Janganlah kita ragukan kuasa Tuhan karena tak ada satupun yang bisa menandingi-Nya. Dalam ketekunan dan kesungguhan kita pada Tuhan, Tuhan tak akan enggan untuk memberikan janji-Nya kepada kita. Dia akan memberkati kita dan keturunan kita supaya nama-Nya semakin dimuliakan di bumi.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 2 May 2013

DAILY BREAD May 2nd, 2013

KASIH SETIA-NYA

Ratapan 3:22-23
"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Jika kita membaca Ratapan 3, maka kita akan mengetahui beratnya pergumulan sang penulis kitab. Dia meratapi penderitaannya; dia merasa keadaan begitu buruk dan Tuhan seakan tak mendengarkan. Namun dia tetap percaya dan menantikan pertolongan dari Tuhan.

Pernahkah kita mengalami hal serupa dengan penulis kitab? Disaat jalan terasa begitu gelap, tangisan tak terbendung karena sakitnya hati ini, dan doa seakan tak didengar; sesungguhnya Tuhan sedang mengamati dan menguji iman kita.

Layaknya sang penulis, kita pun mau percaya bahwa Tuhan selalu memperhatikan kita meski kita rasa Dia jauh. Percaya bahwa Tuhan tak pernah berhenti memberikan kasih setia-Nya dan rahmat-Nya yang baru tiap pagi; itulah kekuatan bagi jiwa yang lemah.

"Tak peduli seberapa berat cobaan yang kita terima, Tuhan tak pernah meninggalkan kita. Kasih setia-Nya kekal untuk selama-lamanya. Tetaplah kuat dan jangan goyah!"

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 1 May 2013

DAILY BREAD May 1st, 2013

KESULITAN MEMBAWA KESELAMATAN

Mikha 4:10
"Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu."

Dalam ayat ini diceriterakan bahwa sang puteri Sion mengalami kesulitan; keluar dari kota, tinggal di padang, dan berjalan sampai Babel. Dalam kesulitannya, dia diminta untuk menggeliat dan mengaduh. Tuhan pun menjanjikan keselamatan serta penebusan saat dia berada dalam kesulitan.

Sama halnya dengan kita. Dalam segala kesulitan yang kita hadapi, menggeliatlah dan mengaduhlah kepada Tuhan; nyatakan keluh kesahmu dan serahkan semua kepada-Nya.

Biarpun kita harus keluar dari kota (zona nyaman), tinggal di padang (kesusahan), dan berjalan sampai Babel (berjuang), kita jalani semua dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Sebab di saat kita melewati semuanya, Tuhan akan memberikan keselamatan serta penebusan.

"Menggeliatlah dan mengaduhlah; jalani kesulitan dengan syukur dan sukacita, sebab Tuhan telah menyediakan keselamatan bagi kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 30 April 2013

DAILY BREAD April 30th, 2013

MENGASIHI TUHAN

Yohanes 14:21
"Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.""

Dalam Hukum Cinta Kasih yang pertama berbunyi, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Mengasihi Tuhan dengan segala yang ada dalam diri kita.

Tuhan tidak membutuhkan janji-janji manis dari kita; yang Dia butuhkan adalah tindakan nyata. Bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah dengan memegang dan melakukan perintah Tuhan, tanpa terkecuali.

Meski terkadang tidak mudah, tapi kita yang mengasihi Tuhan dituntut untuk melakukan perintah-Nya. Maka marilah kita buktikan bahwa kita pun mengasihi Tuhan, kita mau melakukan apapun yang dikatakan-Nya. Sebab kita percaya rencana-Nya selalu mendatangkan kebaikan.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 29 April 2013

DAILY BREAD April 29th, 2013

HIDUP DALAM KASIH

Efesus 5:2
"dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah."

Sering dengan mudah orang mengatakan memiliki kasih, namun perbuatannya bertolak belakang dengan perkataannya. Kita yang adalah orang terpilih, anak terang, sudah seharusnya meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.

Allah sangat mengasihi kita. Wujud kasih Allah yang paling luar biasa adalah dengan memberikan Putra-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, sebagai persembahan dan korban penebus dosa sampai selama-lamanya. Tak akan ada darah makhluk hidup di dunia yang bisa menebus dosa dunia kecuali darah Yesus.

Betapa besar cinta kasih Allah kepada kita. Sampai kapanpun kita tak akan bisa membalas kasih-Nya, namun kita bisa melakukan segala yang terbaik yang ada dalam diri kita. Semuanya itu dapat terlaksana jika kita hidup di dalam kasih. Meneladani kasih Allah dan menjadikan diri kita sebagai perpanjangan tangan Allah untuk menyalurkan kasih-Nya pada sesama.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 28 April 2013

DAILY BREAD April 28th, 2013

TERUS WARTAKAN FIRMAN-NYA

Kisah Para Rasul 18:9b-10a
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau."

Mewartakan firman Tuhan merupakan salah satu wujud nyata dari pesan Yesus sebelum Dia naik ke surga.
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." (Matius 28:19-20a)

Tuhan ingin kita mewartakan firmanNya sampai ke ujung bumi dan menjadikan segala bangsa muridNya. Semakin sering kita mewartakan, semakin banyak pula keselamatan yang terjadi.

Namun tak jarang ada orang yang menolak firman Tuhan dan kebenaranNya. Hal ini seringkali membuat kita merasa kecewa. Tapi Tuhan ingin menguatkan kita. Dia ingin kita terus maju mewartakan firmanNya tanpa mengenal takut, sebab Tuhan sendiri yang menyertai kita.

Jangan pernah mundur untuk mewartakan firman Tuhan dan kebenarannya sekalipun penolakanlah yang kita terima. Sebab upah kita bukan dari dunia, melainkan dari Bapa di Surga. Dia selalu menyertai kita ke manapun kita diutus.

Selamat berhari Minggu..
Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 27 April 2013

DAILY BREAD April 27th, 2013

MELEPASKAN DUNIA

Lukas 14:33
"Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku."

Untuk menjadi murid Yesus, yang harus kita lakukan adalah melepaskan dunia/manusia lama dan menyambut Tuhan secara total ke dalam hidup kita/menjadi manusia baru. Membiarkan kuasa Tuhan yang bekerja di dalam seluruh hidup kita.

Yesus sendiri berkata, "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." (Lukas 14:27) Salib yang harus kita pikul adalah rintangan yang kita temui dalam kehidupan kita; melawan duniawi dan kuasa kegelapan.

Maka marilah kita melepaskan segala keduniawian kita dan menyambut Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita dengan segala pengorbananNya. Dengan melepaskan keduniawian, terang Kristus semakin dinyatakan dalam kehidupan kita untuk mengalahkan kegelapan.

"Serahkanlah seluruh hidupmu ke dalam tangan Tuhan. Lepaskan segala keduniawian dan jadilah murid-Nya yang taat dan setia."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 26 April 2013

DAILY BREAD April 26th, 2013

BERBAHAGIALAH!

Matius 5:11
"Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat."

Dalam Injil Matius 5:3-12, Yesus menyampaikan berbagai ucapan bahagia. Secara keseluruhan, Yesus ingin kita berbahagia meskipun keadaan membuat kita bersedih, salah satunya adalah saat kita dianiaya dan difitnah karena Tuhan.

Bagi dunia, kita mungkin dianggap gila; berbahagia saat dianiaya dan difitnah karena Tuhan. Namun itulah yang Tuhan kehendaki. Semua yang kita terima di dalam hidup ini, yang berasal dari Tuhan, pastilah mendatangkan kebaikan.

Janganlah kiranya dunia melemahkan iman kita, sebab dalam keadaan apapun Tuhan senantiasa menyertai kita. Itulah alasan mengapa Tuhan ingin kita berbahagia; karena Dia selalu beserta kita.

"Berbahagialah dan bersukacitalah, sebab Tuhan, sumber kekuatan dan pengharapan, selalu beserta kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 25 April 2013

DAILY BREAD April 25th, 2013

MENGERTI FIRMAN-NYA

Nehemia 8:13
"Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka."

Umat Israel mengalami kekeringan dan berinisiatif untuk mendengarkan firman Tuhan melalui imam Ezra. Adapun mereka mendengarkan dan akhirnya mereka bersukacita karena mereka mampu mengerti firmanNya.

Di saat iman kita mengalami kekeringan, satu-satunya cara untuk melepaskan dahaga adalah dengan datang pada Tuhan dan mendengarkan firmanNya. Dengan mendengarkan firmanNya, kita akan mengerti apa yang Tuhan inginkan terjadi dalam hidup ini.

Saat umat Israel mendengarkan firman Tuhan, mereka menangis. (Nehemia 8:10) Namun imam Ezra, Nehemia, dan orang-orang Lewi mengatakan kepada mereka supaya mereka bersukacita. Sudah sepatutnya kita pun bersukacita saat kita mengerti dan memahami firmanNya.

"Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati." (Mazmur 119:34)

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 24 April 2013

DAILY BREAD April 24th, 2013

KURANG PERCAYA

Matius 14:30-31
"Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?""

Saat Yesus berjalan di atas air, para murid ketakutan dan menganggap Dia adalah hantu. Tapi Tuhan berkata, "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Lalu Petrus menghampiri Yesus, namun di tengah perjalanan dia tenggelam. Yesus pun menolong Petrus dan mereka naik ke perahu. Setelah itu, angin pun redalah.

Seperti halnya para murid, seringkali disaat angin besar melanda kita, kita menganggap Tuhan adalah hantu; sesuatu yang menakutkan dan patut dijauhi. Namun yang terjadi sebenarnya adalah Tuhan ingin menolong kita.

Saat Petrus berjalan di atas air, imannya goyah oleh terpaan angin dan akhirnya dia ketakutan. Kejadian tersebut merupakan salah satu contoh bila kita beriman setengah-setengah. Jangan sampai terpaan angin kehidupan membuat iman kita goyah. Percayalah bahwa Tuhan sedang menanti kita datang supaya kita bisa membawaNya ke perahu hati kita dan meredakan angin di hidup kita.

"Datanglah padaNya dengan iman yang bulat dan bawalah Dia ke perahu hatimu. Dia Yang Mahakuasa akan meredakan segala angin di hidupmu."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 23 April 2013

DAILY BREAD April 23rd, 2013

IKAT PINGGANG

Yeremia 13:11
"Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar." "

Kegunaan ikat pinggang adalah untuk mengencangkan pakaian seseorang dan ikat pinggang selalu melekat pada pinggang penggunanya. Jika ikat pinggang tak digunakan, maka ia akan menjadi lapuk dan tak berguna. Begitupun dengan manusia.

Kita adalah orang pilihan Tuhan. Kita dibentuk dan diolah sedemikian rupa sehingga kita menjadi layak bagiNya. Kitalah ikat pinggang Tuhan. Namun bila kita tak mau mendengarkan Tuhan, maka kita sama halnya dengan ikat pinggang yang telah lapuk; tak berguna.

"Sebab itu engkau harus mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini." " (Ulangan 27:10)

Dengarkanlah Dia, maka kita akan memperoleh hidup.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 21 April 2013

DAILY BREAD April 21st, 2013

PELANGI

Kejadian 9:13
"Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi."

Tuhan telah membuat perjanjian dengan Nuh. Dia tidak akan memusnahkan seisi bumi dengan air bah. Tanda perjanjian di antara Tuhan dan Nuh adalah busurNya; pelangi.

Manusia melihat pelangi hanya sebatas karena keindahan warnanya. Jika kita memaknai pelangi lebih dalam, itu adalah sebuah tanda perjanjian yang telah ada jauh sebelum kita di dunia.
Tujuh warna yang dimiliki pelangi mewakili kesempurnaan kasihNya di hidup kita.

Ternyata Tuhan tidak hanya membuat perjanjian dengan Nuh. Dia membuat perjanjian yang sama untuk kita yang mau menerima keselamatan. Dia berjanji tak akan mengirimkan air bah ke dalam hidup kita; air bah yang mampu membinasakan hidup. Dan Dia juga berjanji akan mengirimkan pelangi sehabis badai; akan ada keindahan kasihNya setelah kita melewati badai.

"Badai yang kita terima tak akan membuat kita binasa. Tetaplah berdiri tegak, karena Tuhan akan mengirimkan keindahan kasihNya setelah badai."

Salam kasih..
Selamat berhari Minggu..
Tuhan memberkati..

Saturday, 20 April 2013

DAILY BREAD April 20th, 2013

HIKMAT

Yakobus 1:5a,6a
"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang."

Dalam Yakobus 1:5-7 dibahas tentang iman dan hikmat. Kita diajak berbahagia saat mendapat pencobaan. Namun kita pun diajak untuk meminta hikmat kepada Tuhan dengan iman yang teguh.

Hikmat yang berasal dari Tuhan tentu berbeda jauh dengan hikmat manusia. Hikmat manusia itu terbatas, namun hikmat Tuhan tak terbatas.

Dengan hikmat, kita bisa mengerti rencana Tuhan dalam hidup kita. Hikmat pun membuat mata hati kita terbuka akan kebenaranNya. Dan hikmat memberikan kita pengertian akan Tuhan Allah sendiri.

Melalui hikmat, kita pun dapat memperoleh kekuatan serta penghiburan langsung dariNya. Oleh sebab itu mengapa Rasul Yakobus mengatakan supaya kita meminta hikmat kepada Tuhan di saat kita kekurangan hikmat. Dengan catatan, kita harus memintanya dengan iman yang teguh.

"Hikmat Tuhan melebihi hikmat manusia dan mampu menembus segala kemustahilan bagi yang beriman kepadaNya."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 19 April 2013

DAILY BREAD April 19th, 2013

IMAN

Ibrani 11:1
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat."

Pernahkah Anda mengalami hal yang begitu ajaib? Misalkan saja, hujan turun. Lalu Anda berdoa, "Ya Tuhan, redakanlah hujan ini." Dan beberapa saat kemudian hujan benar-benar reda.

Itu adalah iman. Iman yang mampu melakukan segala sesuatu, bahkan iman sebesar biji sesawi pun mampu memindahkan gunung. Kekuatan iman sangatlah luar biasa karena sumber dari iman itu adalah Tuhan.

Akal manusia boleh mengungkapkan berbagai kemustahilan dengan segala pengetahuan-pengetahuan di dunia, namun bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Asal kita memiliki iman dalam hati disertai dengan penyerahan total kepadaNya.

Kekuatan kita bukanlah dari dunia, kekuatan kita berasal dari Tuhan. Dan cara untuk memperoleh kekuatan itu adalah dengan iman.

"Iman mampu melakukan segala sesuatu, bahkan yang mustahil sekalipun. Tak ada kekuatan dan hikmat di dunia yang mampu menandingi iman."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 18 April 2013

DAILY BREAD April 18th, 2013

TAK BINASA

Yohanes 18:9
"Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.""

Ayat tersebut merupakan bagian dari kisah penangkapan Yesus di taman Getsemani. Yesus menyerahkan dirinya kepada para prajurit dan menyuruh mereka membebaskan para rasul, supaya tergenapilah firman yang telah dikatakanNya.

Dengan Yesus disalibkan, Dia bukan hanya menyelamatkan para rasul, tapi Dia juga telah menyelamatkan semua manusia. Bukti cinta kasihNya yang begitu besar terletak pada jalan salibNya yang sangat mulia.

Yesus selalu menjaga kita agar kita tidak binasa. Dialah gembala yang baik, tak akan pernah membiarkan seekor dombanya hilang bahkan sampai termakan oleh srigala. Demi menyelamatkan kita dari terkaman srigala, Dia rela mengorbankan diriNya sehingga kita selamat.

"Mari datang kepadaNya, sambut pelukanNya yang hangat dan nikmati kasihNya. Sebab tak akan pernah Dia terlelap menjaga dan tak dibiarkanNya kita binasa."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 17 April 2013

DAILY BREAD April 17th, 2013

TERIAKAN KOSONG

Ayub 35:13
"Sungguh, teriakan yang kosong tidak didengar Allah dan tidak dihiraukan oleh Yang Mahakuasa."

Manusia biasanya lebih mudah datang kepada Tuhan disaat hidupnya terasa sulit daripada saat manusia mendapat kesenangan. Sudah menjadi naluri pula bagi manusia untuk datang kepada Sang Pencipta ketika membutuhkan pertolonganNya.

Namun Tuhan mengatakan bahwa Dia tidak mau mendengarkan dan tidak menghiraukan teriakan-teriakan kosong. Apakah maksud dari teriakan yang kosong?

Teriakan kosong adalah teriakan minta tolong yang egois. Teriakan di saat manusia meminta pertolongan bukan atas dasar ingin bertobat dan berserah padaNya, tapi teriakan egois manusia supaya Tuhan mau melakukan apa yang dia inginkan.

Hendaklah kita yang percaya tidak berteriak kosong, namun berteriak dengan penyerahan diri secara total kepadaNya. Percayalah, Dia telah menyiapkan rencana indah untuk kita meskipun sekarang jalannya terasa begitu berat dan sulit dilalui.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 16 April 2013

DAILY BREAD April 16th, 2013

AMARAH TUHAN

Ulangan 9:19
"Sebab aku gentar karena murka dan kepanasan amarah yang ditimpakan TUHAN kepadamu, sampai Ia mau memunahkan kamu. Tetapi sekali inipun TUHAN mendengarkan aku."

Sering bangsa Israel membuat Tuhan marah dengan tindakan mereka dan juga ketegaran tengkuk mereka. Bahkan Tuhan pernah berencana untuk memunahkan bangsa Israel dan memberikan bangsa lain kepada Musa untuk dipimpin (Ulangan 9:14) Namun berkat bujukan dan doa Musa, bangsa Israel tidak jadi dipunahkan oleh Tuhan.

Tuhan kita adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu. (Ulangan 4:24) MurkaNya turun ke atas bangsa Israel salah satunya karena mereka menyembah allah lain. Murka Tuhan pun bisa turun kepada kita. Berhala-berhala modern kerap kali membuat kita mengesampingkan hubungan kita dengan Tuhan.

Bertobatlah dan berbaliklah kepadaNya.
"Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati;" (Mazmur 30:6a)
Sebesar apapun dosa kita, Dia selalu membuka tanganNya untuk menerima kita kembali dalam dekapan kasihNya.
"sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita." (Mazmur 103:12)

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 15 April 2013

DAILY BREAD April 15th, 2013

MENERIMA KEHENDAK-NYA

2 Makabe 1:3
"Semoga Ia menganugerahkan kepadamu suatu hati untuk menghormati Dia dan memenuhi kehendakNya dengan gembira hati dan roh yang tenang."

Bicara jauh lebih mudah dari bertindak. Mulut kita mudah untuk mengatakan, "Ya, aku percaya semua rencanaNya indah meski harus melewati gunung dan lembah." Namun butuh usaha dan perjuangan untuk mengatakannya dari dalam hati, yang artinya berpasrah seutuhnya pada Tuhan.

Terkadang masalah kehidupan membuat iman kita goyah, namun ingatlah bahwa segala sesuatu yang dilakukanNya itu baik.

Bila ada ketidakpercayaan dalam hati, hendaknya kita meminta kepada Tuhan. Karena dengan percaya padaNya, kita menghormatiNya, dan segala sesuatu akan kita lakukan dengan gembira dan tenang.

"Semua rencana Tuhan mendatangkan kebaikan. Ikuti dan nikmati setiap proses yang Ia beri dengan percaya penuh kepadaNya."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 14 April 2013

DAILY BREAD April 14th, 2013

BANGKITLAH!

Lukas 7:14
"Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!""

Betapa berdukanya sang wanita janda. Dia hanya memiliki anaknya setelah ditinggal suaminya, namun anaknya pun meninggalkannya. Yesus yang melihat kejadian itu pun ikut tersentuh dan Dia membangkitkan sang anak yang telah meninggal.

Ada dua sisi yang dapat kita renungkan dari peristiwa ini.

Yang pertama, dari sisi sang wanita janda. Seringkali kita merasa Tuhan begitu tega, Dia mengambil semua yang kita miliki. Namun di balik semua kejadian itu, sebenarnya Tuhan sedang menyiapkan semuah mujizat untuk kita. Yang perlu kita lakukan hanya percaya dan taat pada Tuhan.

Yang kedua, dari sisi pembangkitan. Kita pun tak jarang mengalami kematian dalam hidup ini; bukan secara jasmani, namun kematian jiwa. Patah semangat, kelelahan hati, dan sebagainya. Jika ada dari antara kita yang mengalami kematian seperti ini, sekarang Yesus mengulurkan tanganNya kepada Anda dan berkata, "Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

"Bila kita mengalami kematian saat menghadapi ujian-ujian iman, datanglah kepada Yesus. Ia akan meneguhkanmu dan membangkitkanmu kembali."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 13 April 2013

DAILY BREAD April 13th, 2013

JANGAN KUATIR

Matius 6:27
"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?"

Saat berkhotbah di atas bukit, Yesus berbicara banyak hal. Salah satu pembicaraannya adalah mengenai kekuatiran.

Ketika kuatir muncul, lebih mudah bagi kita untuk bergerak mundur daripada maju. Yesus mengingatkan kita bahwa kuatir itu hanyalah penghambat jalan kita menuju ke depan, yang berarti kuatir pun menghambat pekerjaanNya di dalam hidup kita. Belum pernah ada orang yang bisa menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya oleh karena rasa kuatir.

Kuatir itu seperti kursi goyang. Kita bisa melakukan sesuatu dengannya, namun kursi goyang tidak membawa kita kemanapun; hanya diam di tempat dan bergoyang.

Oleh sebab itu,

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Filipi 4:6-7)

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 12 April 2013

DAILY BREAD April 12th, 2013

PERKARA KECIL

Lukas 16:10a
"Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar."

Seringkali orang berpikir, "Mengapa aku tak pernah dipercayakan sesuatu yang lebih besar daripada sekarang? Aku yakin aku bisa melakukannya lebih baik daripada orang lain." Mungkin memang kita mampu untuk melakukan sesuatu yang lebih besar, namun apakah itu yang terbaik dari Tuhan?

Yesus berkata bahwa orang-orang yang setia dalam perkara-perkara kecil, ia juga setia dalam perkara-perkara besar. Artinya, bila kita tekun dan setia pada perkara kecil, maka sedikit demi sedikit kita akan dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar.

Janganlah kita mengatakan kita mampu melakukan perkara yang lebih besar, namun syukuri apa yang ada di tangan dan bertekunlah mengerjakannya. Tuhan yang melihat ketekunan kita akan memercayakan perkara lain yang lebih besar untuk kita.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..