MEMPELAI DAN PENGANTIN
Yesaya 62:5
"Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu."
Sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta pastilah teramat bersukacita jika mereka bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Dua insan telah dipersatukan oleh Tuhan melalui perantara imam. Dua jadi satu; saling mendampingi, saling melengkapi, dan tetap setia.
Begitu pula hubungan kita dengan Tuhan Allah. Kitalah pengantin perempuan dan Dialah mempelai laki-lakinya. Tuhan melamar hati kita supaya kita tetap bersatu dengan Dia. Bukan lagi dua, tapi satu dengan Tuhan.
Dialah yang menjadi suami; kepala rumah tangga. Dia yang mengatur, Dia yang mencukupkan. Dengan penuh sukacita Dia menyambut kita, bagaikan seorang mempelai yang melihat pengantin perempuan.
Tuhan Allah sedang melamar kita. Dia menginginkan kita hidup bersama dengan-Nya, dalam suka dan duka kehidupan ini. Dialah yang akan menolong dan mendukung kita.
Bukan dengan kedagingan dan manusiawi Dia tunjukkan cinta-Nya, tapi Dia buktikan dengan mengorbankan Yesus di kayu salib. Itulah bukti cinta, sayang, dan kasih Tuhan kepada kita manusia. Dia rela berikan Putra-Nya yang tunggal untuk kita. Suatu harga yang teramat mahal, dan tak ada satupun di dunia ini yang sebanding dengan pengorbanan-Nya.
Tuhan sedang melamar kita; Dia mau menjadi kekasih hati kita. Mas kawin yang Dia berikan adalah Yesus dan salib-Nya. Di berjanji akan selalu mendampingi kita. Apakah jawaban kita?
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..
No comments:
Post a Comment