KEBERPIHAKAN TUHAN
Ayub 19:26-27
"Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,
yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu."
Ayub yang dituduh bersalah oleh ketiga sahabatnya, bersikeras dan percaya bahwa Tuhan akan berpihak kepadanya. Meskipun seluruh kerabat bahkan budaknya menjauhinya, dia percaya Tuhan selalu berada di sisinya dan Tuhan-lah yang akan membela serta memihak Ayub.
Pernahkah kita mengalami kejadian yang serupa dengan Ayub? Disaat semua mendesak tetapi Tuhan berkata lain?
Tuhan menguji iman kita. Dia ingin kita menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. Meskipun dunia menjauh, namun Tuhan sendiri yang akan menemani kita. Adakah yang lebih besar daripada Tuhan? Bahkan dunia dan kemegahannya pun tak dapat menandingi-Nya.
Ayub percaya bahwa tanpa kulit dan dagingpun, matanya meyaksikan Tuhan berpihak padanya. Dia merana bukan karena menderita di dunia, namun karena kerinduannya kepada Tuhan.
Mari kita teladani Ayub yang tetap setia dan percaya bahwa Tuhan selalu beserta kita; Imanuel.
Salam kasih..
Tuhan memberkati..
No comments:
Post a Comment