Wednesday, 26 June 2013

DAILY BREAD June 26th, 2013

SETERU SALIB KRISTUS

Filipi 3:18
"Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus."

Siapakah yang dimaksud Paulus dengan "orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus"?

Mereka adalah orang yang bertingkah seperti orang Farisi; perkataan mereka indah, namun perbuatan mereka begitu berlawanan dengan yang mereka katakan.

Mereka mengerti hukum Taurat, mereka mampu berdoa dengan kata-kata indah dan khotbah yang membangun; namun cara hidup mereka berbeda 180 derajat dengan apa yang mereka ajarkan.

Tanpa kita sadari, banyak orang Farisi di jaman sekarang ini. Ambil yang paling sederhana saja, dari keseharian kita. Seringkali orang mudah berkata-kata manis dan membuat janji, namun akhirnya tak ditepati.

Dalam kehidupan rohani, di gereja atau saat ibadah, dengan khusyuk orang memperhatikan. Namun setelahnya, kehidupan mereka bertolak belakang dengan sikap mereka.

Orang Farisi mengenal Allah, namun kehidupan mereka tidak menunjukkan bahwa mereka benar mengenal Allah. Mereka yang seharusnya hidup untuk memuliakan Allah, pada akhirnya menjadi seteru bagi salib Yesus karena perbuatan mereka.

Tak dapat orang mengatakan, "Aku mengasihi Yesus," namun ia tak mengasihi sesama, tak menjadi pelaku firman, dan tak berjalan di dalam kebenaran.

"Hiduplah sebagai orang yang telah mengenal Yesus. Yang terpenting bukanlah apa yang kita ucapkan dan yang kita lakukan saat beribadah, tetapi apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 25 June 2013

DAILY BREAD June 25th, 2013

HUKUM TAURAT VS. IMAN

Galatia 2:16
"Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Dua hal yang sekilas terlihat sama: hukum Taurat/hukum agama, dan iman akan Yesus. Keduanya sama-sama religius, namun mengapa Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, mengatakan bahwa keduanya bertentangan?

Hukum Taurat dibuat untuk mengatur dan menertibkan para umat supaya tidak beralih ke jalan yang tidak baik.

Sedangkan iman adalah salah satu bentuk keintiman tiap pribadi dengan Allah. Suatu pengakuan kepercayaan akan Allah yang hidup. Dan iman akan Yesus adalah pengakuan kepercayaan akan Yesus, Anak Allah yang tunggal, yang rela turun ke dunia dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa dunia.

"Hukum Taurat itu baik, menuntun kita tidak berbuat salah. Hukum Taurat pun datangnya dari para nabi. Lalu mengapa dikatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan karena hukum Taurat?"

Di sinilah letak pertentangan antara hukum Taurat dan iman akan Yesus.

Saat Yesus hidup, Dia tidak ditentang oleh orang awam dan orang berdosa, tetapi Dia ditentang oleh para ahli Taurat; ditentang oleh mereka yang seharusnya lebih bisa menerima Dia sebagai Anak Allah.

Hal itu terjadi karena mata para ahli Taurat dibutakan oleh ketetapan-ketetapan yang tak sebanding dengan kemuliaan Allah dalam diri Yesus. Mereka menganggap merekalah yang lebih mengerti Allah, dan akhirnya menganggap Yesus sebagai ancaman, bukan sebagai penyelamat.

Berhati-hatilah dengan hukum Taurat. Bukan berarti kita tidak boleh menaatinya; kita boleh melakukan hukum Taurat, tetapi jangan sampai hukum Taurat menyisihkan iman kita pada Yesus. Karena sesungguhnya Yesuslah sumber dari segala sumber hukum.

"Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." (1 Korintus 13:10)

Hukum Taurat ada untuk melengkapi kekosongan dunia sebelum Yesus datang. Dan jika Yesus telah datang, maka yang tidak sempurna, yaitu hukum Taurat, akan lenyap.

Di masa sekarang, hukum Taurat bisa disamakan dengan ketetapan yang ada di gereja dan aktivitas gerejawi. Sedangkan iman serta keintiman kita kepada Yesus dilihat dari cara hidup kita; sudahkah kita membawa Yesus dalam setiap langkah hidup kita?

"Jangan biarkan diri kita disibukkan oleh ketetapan dan juga hukum Taurat, karena sesungguhnya iman kita, keintiman kita dengan Yesus jauh lebih penting daripada hukum Taurat."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 23 June 2013

DAILY BREAD June 23rd, 2013

HATI SEBAGAI HAMBA

Matius 8:8
"Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: 'Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.'"

Ketika Yesus ke Kapernaum, seorang perwira menghampiri-Nya dan meminta Dia untuk menyembuhkan hambanya yang lumpuh. Saat Yesus bersedia untuk mengunjungi hambanya itu, dengan rendah hati sang perwira meminta supaya Yesus bersabda saja, karena dia percaya hambanya akan sembuh meski Yesus tak mengunjunginya.

Iman sang perwira sungguh sangatlah luar biasa. Penuh dengan kerendahan hati; hati sebagai seorang hamba. Sang perwira percaya bahwa mujizat dapat terjadi melalui setiap perkataan Yesus.

Yesus kagum akan iman sang perwira. Bayangkan; iman seperti itu muncul dari seseorang yang bukanlah ahli Taurat ataupun imam, tetapi datang dari seorang awam. Seseorang yang sangat percaya pada Yesus sehingga menghasilkan iman yang luar biasa.

Selain itu, sikap sang perwira sangatlah jarang ditemui, terlebih di jaman sekarang ini:

*) Kerendahan hatinya; saat semua orang ingin disembuhkan dan bertemu langsung dengan Yesus, sang perwira, dengan rendah hati berkata, "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh."

*) Kepeduliannya; meskipun dia seorang dengan jabatan tinggi, dia begitu memerhatikan hambanya yang lumpuh. Dia menghampiri Yesus hanya untuk meminta kesembuhan hambanya, bukan meminta sesuatu untuk kepentingan pribadi.

Wujud kepedulian sang perwira pun ada dalam salah satu teladan Yesus sendiri:

"Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu." (Matius 23:11)

"Inilah yang dibutuhkan dalam mengikuti Yesus: hati seorang hamba yang mau taat juga setia kepada Tuhan, Tuan kita. Dan modal utama untuk memiliki hati seperti itu adalah kerendahan hati supaya mau dibentuk oleh Tuhan."

Selamat malam..
Selamat beristirahat dalam naungan kasih-Nya..

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 22 June 2013

DAILY BREAD June 22nd, 2013

PADANG GURUN

Hosea 2:13-14
"Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir."

Bayangkan suasana di padang gurun; kering, panas, berdebu, tak ada harapan hidup, dan sebagainya. Jika kita berada di sana, bagaimana perasaan kita?

Bangsa Israel yang tidak setia kepada Tuhan digambarkan sebagai seorang istri yang bersundal, yang tidak setia pada suaminya; yang menyembah berhala, dan tidak menyadari bahwa semua yang dimilikinya berasal dari Tuhan.

Sedangkan cara Tuhan untuk memulihkan bangsa Israel digambarkan dengan padang gurun. Mengapa Tuhan memakai padang gurun? Padahal tempat itu tidaklah menyenangkan, dan harapan untuk mendapatkan kehidupan sangat kecil.

Jalan Tuhan berbeda dengan jalan manusia. Padang gurun memang tempat terbaik untuk memulihkan keadaan seseorang.

Di padang gurun, kita hanya bisa mengandalkan Tuhan. Tuhan yang memenuhi segala kebutuhan kita di tengah keadaan yang sangat kekurangan. Di padang gurun, kita pun dapat merenungkan; selama ini, dari manakah asalnya semua milik kita? Makanan, pakaian, harta benda, talenta, dan sebagainya.

Padang gurun adalah tempat yang terlihat begitu menyedihkan, tetapi sesungguhnya di sanalah Tuhan menyadarkan kita kembali; dari mana berkat yang kita terima. Sehingga kita tidak tinggi hati dan tetap menjaga kerendahan hati.

Jika Tuhan membawa kita ke padang gurun melalui situasi yang membuat kita merasa malu dan tak berdaya, saat itulah kita harus menyadari dan kembali kepada-Nya.

"Padang gurun adalah tempat untuk mengembalikan kerendahan hati kita dan mengingatkan kita akan kasih mula-mula kita pada Tuhan."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 21 June 2013

DAILY BREAD June 21st, 2013

PERJUMPAAN DENGAN YESUS

Kisah Para Rasul 26:19
"Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat."

Dalam pembelaannya di hadapan raja Agripa, Paulus memberikan kesaksian tentang perjumpaannya dengan Yesus. (Kisah Para Rasul 9:1-19a) Perjumpaan yang membuat hidupnya berubah total; dari seorang yang menolak dan membenci Yesus menjadi seorang yang sangat mengasihi Yesus.

Inilah yang membuat seseorang benar-benar mengalami pertobatan sejati: perjumpaan langsung dengan Yesus. Perjumpaan dengan-Nya yang membuat dia mau menerima Yesus sebagai Allah dan juru selamat.

Menerima Yesus berarti mengimani bahwa Dia adalah Anak Allah yang tunggal, dan Dia telah wafat di kayu salib hanya untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal. Sekali untuk selamanya, Dia berkorban bagi manusia.

Iman yang sejati akan Yesus bukan hanya diucapkan oleh lidah dan bibir saja, tetapi diucapkan dari dalam hati. Dari iman yang sejati itulah, timbul kasih yang teramat dalam pada Yesus.

Dan hal itulah yang dapat membuat Paulus berkata kepada raja Agripa: "Sebab itu, ya raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat."

Yesus yang telah menjumpai Paulus telah mengubah seluruh hatinya hanya dalam waktu tiga hari. Hati yang begitu membenci Yesus, dalam waktu yang singkat diubahkan oleh-Nya menjadi hati yang begitu mengasihi Dia.

Ketaatan Paulus adalah salah satu bukti bahwa ia begitu mengasihi Yesus. Tak peduli seberapa seringnya dia dipenjara juga disiksa, dia tetap berpegang teguh pada Yesus sampai akhir hayatnya.

Dalam hidup kita sendiri, sudahkah kita mengalami perjumpaan langsung dengan Yesus?

Dia mampu menjumpai kita melalui apapun dan siapapun juga;
melalui Firman-Nya,
melalui doa yang diucapkan orang lain terhadap kita,
melalui tindakan seseorang kepada kita,
melalui hati kita,
dan masih banyak lagi.

"Perjumpaan dengan Yesus membuahkan pertobatan, iman dan kasih yang sejati kepada-Nya."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 20 June 2013

DAILY BREAD June 20th, 2013

JANGAN MENOLEH KE BELAKANG

Lukas 9:61-62
"Dan seorang lain lagi berkata: 'Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.' Tetapi Yesus berkata: 'Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.'"

Ketika Yesus mengajak orang-orang untuk mengikuti Dia, seorang diantara mereka yang akan mengikuti Yesus meminta izin untuk berpamitan dahulu kepada keluarganya. Tetapi jawaban Yesus sungguh sangat mengejutkan.

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah." (Lukas 9:62)

Bukan berarti Yesus melarang dia berpamitan, melarang dia untuk menghormati keluarganya; tetapi maksud dari perkataan-Nya adalah supaya dia tidak menoleh ke belakang, kepada masa lalunya.

Berpamitan kepada keluarga dalam ayat ini diartikan dengan menoleh ke belakang, menoleh ke masa lalunya, di mana orang yang sudah hidup baru tak perlu menoleh ke belakang.

Saat seseorang sudah memutuskan untuk mengikuti Yesus, meninggalkan kehidupan lamanya, dia tak perlu lagi melihat masa lalunya; seberapa banyak dan seberapa berat dosa yang telah ia lakukan.

Selain itu, tidak menoleh ke belakang juga diartikan dengan meninggalkan kebiasaan lama.

"Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2)

"Langkah untuk memperbarui hidup kita adalah dengan meninggalkan segala kebiasaan lama tanpa menoleh lagi padanya."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 19 June 2013

DAILY BREAD June 19th, 2013

MANUSIA TAK BERPENGERTIAN

Mazmur 49:21
"Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan."

Jika direnungkan lebih dalam lagi, ayat singkat ini memiliki makna yang dalam.

Bagaimana bisa, manusia yang diciptakan serupa dengan Allah, dalam Mazmur 49:21 dikatakan bahwa manusia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan?

Manusia ditugaskan oleh Allah untuk menjaga seluruh isi bumi dan menaklukkannya, juga diberikan kepercayaan untuk menjadi penguasa bumi. Bisa dikatakan bahwa manusia itu kaya, hidup dalam kegemilangan.

Namun yang sering kita lihat dan kita dengar, semakin hari manusia semakin merusak bumi. Mulai dari pemanasan global, musnahnya beberapa jenis flora dan fauna, sampai pada kerusakan moral manusia sendiri.

Inikah yang dinamakan menjaga bumi?

Manakah tanggung jawab manusia atas kepercayaan yang Tuhan berikan?

Manusia sudah diberikan kehidupan yang gemilang oleh Tuhan. Namun karena kurangnya tanggung jawab, manusia, dengan santainya, tidak menggunakan pengertian dan hikmat untuk menjaga titipan dari Tuhan. Dan manusia yang tak menggunakan pengertian juga hikmat, itulah yang boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Sesungguhnya Mazmur 49:21 bukan hanya ditujukan bagi tugas kita, manusia, untuk menjaga bumi. Ayat tersebut menyatakan supaya kita bertanggung jawab atas segala sesuatu yang Tuhan percayakan kepada kita.

Jangan terlena atas kegemilangan yang telah Tuhan berikan; karir yang sukses, lingkungan yang baik, dan sebagainya. Jagalah kerendahan hati, jangan sombong lalu kita melupakan dari Siapa kita mendapatkannya dan juga melupakan tanggung jawab kita kepada-Nya.

Ingatlah bahwa segala sesuatu yang ada pada kita semuanya hanyalah titipan dari Tuhan. Jadilah pribadi yang bertanggung jawab dengan senantiasa menggunakan pengertian dan hikmat dari-Nya.

Kita bukanlah manusia yang disamakan dengan hewan yang dibinasakan, tetapi kita adalah manusia yang disamakan dengan anak-anak Allah, yang layak menerima bagian kita, yaitu hidup yang kekal.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 18 June 2013

DAILY BREAD June 18th, 2013

LAKUKAN UNTUK TUHAN

Kolose 3:17
"Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Motivasi yang salah dalam melakukan sesuatu akan membuahkan hasil yang salah pula.

Contoh nyata yang sering kita dengar dari media massa, yaitu korupsi. Korupsi dapat terjadi karena motivasi seseorang bekerja hanyalah untuk mendapatkan uang. Segala cara akan dilakukan demi mendapatkan uang yang banyak.

Dalam Kolose 3:17, dikatakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, haruslah kita melakukannya dalam nama Yesus sambil mengucap syukur.

Segala sesuatu yang kita lakukan bukan termotivasi karena manusia ataupun harta benda, namun hanya karena Tuhan. Yang terbaik selalu Tuhan berikan bagi kita, maka kita pun harus memberikan yang terbaik bagi Dia.

Sungguh indah bila segala sesuatu yang kita lakukan termotivasi untuk menyenangkan hati Tuhan; melakukan sesuatu yang berkenan di mata-Nya. Bukan hanya Tuhan yang kita senangkan, tetapi kita pun menjaga diri kita sendiri dari segala kejahatan.

Jika kita melakukan segala sesuatu untuk Tuhan, kita pun dapat merasakan kehadiran Tuhan melalui setiap orang yang kita layani; atasan, pegawai, guru, murid, keluarga, sahabat, dan lainnya.

Dengan mata yang terfokus kepada Tuhan, kita tak perlu menggubris hinaan, penolakan, dan sesuatu yang menjatuhkan kita. Sebab saat kita melakukan kebenaran seturut Firman-Nya, Tuhan ada di pihak kita.

Lakukanlah segala sesuatu bagi Tuhan, sebab mata yang terfokus pada-Nya akan membuahkan keselamatan kekal.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 16 June 2013

DAILY BREAD June 16th, 2013

PENOLONG HIDUP

Mazmur 43:5
"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!"

Pada ayat ini, pemazmur bertanya kepada jiwanya sendiri; mengapakah dia harus tertekan dan gelisah.

Selama manusia hidup, ia tak bisa luput dari kemanusiawian. Berdasarkan sang pemazmur, dia mencoba untuk meredakan kemanusiawiannya, yaitu rasa tertekan juga gelisah.

Bagaimanakah caranya untuk meredakan dua hal tersebut?

Hanya satu, yaitu berharap kepada Allah. Rasa tertekan dan gelisah dapat muncul karena kurangnya kepercayaan kita kepada Allah, sehingga pengharapan kita pun berkurang kepada-Nya.

Ingatlah bahwa masalah datang bukan dari Tuhan, tapi karena kita yang membuka celah. Oleh sebab itu, ketika kita mengalami krisis iman dan mulai merasa tertekan, gelisah, sesak, dan sebagainya; saat itulah kita harus mengembalikan kepercayaan kita kepada Tuhan.

"Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti." (Mazmur 46:2)

Percayalah dan berharaplah kepada Tuhan, sebab Dia yang memelihara kehidupan kita. Apapun persoalan kita, hanya Dia yang mampu menolong kita.

Selamat malam..
Selamat beristirahat dalam lingkupan kasih-Nya..

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 11 June 2013

DAILY BREAD June 11th, 2013

SETURUT PERINTAH-NYA

Imamat 26:3-4
"Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya."

Tak ada manusia yang ingin hidup sengsara dan menderita. Setiap manusia pasti ingin segala usaha dan jerih payahnya berhasil.

Tuhan berjanji kepada umat Israel, bahwa setiap orang yang mau menuruti ketetapan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya akan dibuat-Nya berhasil. Segala usaha yang dilakukan akan diberkati, dimudahkan, dan berbuah.

Janji-Nya masih berlaku sampai saat ini. Siapapun yang taat kepada Tuhan akan disukseskan-Nya selalu. Segala jalannya akan diberkati, dimudahkan, dan berhasil pada waktunya.

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

"dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini." (1 Raja-Raja 8:61)

Hiduplah melekat dengan Tuhan, dan Dia akan memudahkan jalanmu serta membuat segala usahamu berhasil.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

***Daily Bread, May 23rd, 2013***