Tuesday, 25 June 2013

DAILY BREAD June 25th, 2013

HUKUM TAURAT VS. IMAN

Galatia 2:16
"Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."

Dua hal yang sekilas terlihat sama: hukum Taurat/hukum agama, dan iman akan Yesus. Keduanya sama-sama religius, namun mengapa Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, mengatakan bahwa keduanya bertentangan?

Hukum Taurat dibuat untuk mengatur dan menertibkan para umat supaya tidak beralih ke jalan yang tidak baik.

Sedangkan iman adalah salah satu bentuk keintiman tiap pribadi dengan Allah. Suatu pengakuan kepercayaan akan Allah yang hidup. Dan iman akan Yesus adalah pengakuan kepercayaan akan Yesus, Anak Allah yang tunggal, yang rela turun ke dunia dan wafat di kayu salib untuk menebus dosa dunia.

"Hukum Taurat itu baik, menuntun kita tidak berbuat salah. Hukum Taurat pun datangnya dari para nabi. Lalu mengapa dikatakan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan karena hukum Taurat?"

Di sinilah letak pertentangan antara hukum Taurat dan iman akan Yesus.

Saat Yesus hidup, Dia tidak ditentang oleh orang awam dan orang berdosa, tetapi Dia ditentang oleh para ahli Taurat; ditentang oleh mereka yang seharusnya lebih bisa menerima Dia sebagai Anak Allah.

Hal itu terjadi karena mata para ahli Taurat dibutakan oleh ketetapan-ketetapan yang tak sebanding dengan kemuliaan Allah dalam diri Yesus. Mereka menganggap merekalah yang lebih mengerti Allah, dan akhirnya menganggap Yesus sebagai ancaman, bukan sebagai penyelamat.

Berhati-hatilah dengan hukum Taurat. Bukan berarti kita tidak boleh menaatinya; kita boleh melakukan hukum Taurat, tetapi jangan sampai hukum Taurat menyisihkan iman kita pada Yesus. Karena sesungguhnya Yesuslah sumber dari segala sumber hukum.

"Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap." (1 Korintus 13:10)

Hukum Taurat ada untuk melengkapi kekosongan dunia sebelum Yesus datang. Dan jika Yesus telah datang, maka yang tidak sempurna, yaitu hukum Taurat, akan lenyap.

Di masa sekarang, hukum Taurat bisa disamakan dengan ketetapan yang ada di gereja dan aktivitas gerejawi. Sedangkan iman serta keintiman kita kepada Yesus dilihat dari cara hidup kita; sudahkah kita membawa Yesus dalam setiap langkah hidup kita?

"Jangan biarkan diri kita disibukkan oleh ketetapan dan juga hukum Taurat, karena sesungguhnya iman kita, keintiman kita dengan Yesus jauh lebih penting daripada hukum Taurat."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

No comments:

Post a Comment