Friday, 31 May 2013

DAILY BREAD May 31st, 2013

BERTOBATLAH!

Hosea 14:2-3a
"Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN!"

Bertobat; satu kata yang bila dimaknai dan dilakukan sepenuh hati, mampu mengubah segalanya.

Tak jarang kita melihat seseorang berkata, "Ya, saya menyesal telah melakukan dosa-dosa itu. Saya mau bertobat pada Tuhan." Namun setelahnya, sikap dan perilaku mereka tak berubah. Mereka tetap melakukan kesalahan-kesalahan dan tak ada perubahan yang berarti.

Banyak orang mengetahui apa definisi dari bertobat, bagaimana tata cara bertobat, dan segala teori-teori lainnya. Tetapi tak banyak yang mengetahui dan mendalami makna sesungguhnya dari bertobat.

Mudah bagi kita untuk mengatakan bertobat, namun pertobatan yang sesungguhnya dilihat dari perubahan diri ke arah yang lebih baik. Di situlah tantangan dari pertobatan sejati.

Pertobatan yang sejati menuntut kita untuk:

*)menyesali dosa kita, karena dengan menyesal kita tak akan mengulang kembali dosa kita;

*)introspeksi diri guna merenungi apa saja yang harus diperbaiki;

*)merubah cara hidup, dengan menjauhi tindakan yang dapat membawa kita kembali pada dosa.

Dengan bertobat, segala kutuk dapat diubah menjadi berkat.

Dengan bertobat, kita bagaikan terlahir kembali.

Dengan bertobat, kita berubah menjadi lebih baik dan semakin layak untuk berada dalam Kerajaan Allah.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 29 May 2013

DAILY BREAD May 29th, 2013

DARI MANA DATANGNYA PENCOBAAN?

Yakobus 1:13-15
"Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut."

Pernahkah kita mendengar seseorang menyalahkan Tuhan atas keadaan yang dialaminya? Misal, hidup dalam kemiskinan, hubungan keluarga yang hancur, merasa kurang beruntung, dan lain sebagainya.

Sebenarnya bukan Tuhan yang salah. Semua kembali kepada pribadi masing-masing.

Mengikuti Tuhan tidaklah mudah. Ada harga yang harus dibayar, dan salah satunya adalah godaan si iblis. Iblis akan menggoda anak-anak Tuhan supaya mereka berpaling dari-Nya. Tak akan pernah dia menyerah untuk menggoda anak-anak-Nya.

Lalu mengapa dikatakan bahwa pencobaan yang kita alami datangnya dari keinginan kita, dan bukan karena iblis?

Setiap manusia memiliki kehendak bebas. Iblis hanya menggoda manusia, namun keputusan akhir tetap berada di tangan manusia sendiri. Jika kita teguh dalam Tuhan, kita tak akan tergoda oleh bujuk rayuan si iblis.

Sangatlah berbahaya jika kita memutuskan untuk menerima bujuk rayuan si iblis. Jika tidak dihentikan, keputusan tersebut akan membuahkan dosa. Dari dosa-dosa itulah, sesungguhnya kita sedang berjalan menuju ke kebinasaan; neraka.

Jika keadaan kita tidak baik, merasa bahwa Tuhan begitu tega dan kejam...

Pikirkan kembali.

Renungkanlah...
dan berbaliklah pada Tuhan.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 28 May 2013

DAILY BREAD May 28th, 2013

PERANTARA TUHAN

1 Raja-raja 18:37
"Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."

Elia menegur bangsa Israel yang berpaling dari Tuhan dan menyembah berhala. Ia pun menantang 450 nabi-nabi Baal dengan mempersembahkan korban bakaran dan membiarkan allah pujaan mereka yang menyalakan apinya.

Para nabi Baal tak mampu menyalakan api untuk korban bakaran mereka. Lama mereka berusaha tapi tak datang juga api dari allah yang mereka sembah. Elia mencemooh mereka dan ia pun memberikan korban bakaran bagi Allah. Meski seorang diri, ia memiliki Tuhan, Sang Pencipta Semesta. Korban bakaran serta kayu bakaran telah disiram air tiga kali, namun api dari Tuhan menghabiskan korban bakaran Elia, bahkan sisa air siraman di parit sekeliling korban bakaran pun kering tak bersisa.

Umat Israel yang melihatnya pun dengan segera memuji keagungan Tuhan. Para nabi Baal pun ditangkap dan disembelih.

Dari salah satu kisah Elia ini, kita dapat melihat betapa Tuhan sungguh amat besar dan tak ada satupun yang dapat menandingi-Nya. Elia dipakai Tuhan untuk menjadi perantara-Nya.

Elia yang seorang diri melawan 450 nabi Baal; sedikit atau banyaknya pengikut Tuhan tak menentukan kuasa Tuhan. Meski seorang diri, Elia memiliki Tuhan yang sangat dahsyat. Oleh sebab itu ia tidak takut dan tidak gentar.

Kayu dan korban bakaran telah basah karena air, pastilah sulit untuk membakarnya. Namun dengan mudah Tuhan menghabiskannya dalam.waktu sekejap; tak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Dengan keyakinan penuh kepada Tuhan Allah, Elia mampu membawa bangsa Israel untuk bertobat.

Layaknya Elia; maukah kita menjadi perantara Tuhan:

*) meski kita sendiri?
Karena sesungguhnya kita tak pernah benar-benar sendiri.

*) meski keadaan di depan mata terlihat mustahil?
Karena bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

"Jadilah perantara Tuhan yang tak ragu akan kuasa-Nya dan tak pernah gentar apapun kondisinya."

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 27 May 2013

DAILY BREAD May 27th, 2013

MEMPELAI DAN PENGANTIN

Yesaya 62:5
"Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu."

Sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta pastilah teramat bersukacita jika mereka bisa melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Dua insan telah dipersatukan oleh Tuhan melalui perantara imam. Dua jadi satu; saling mendampingi, saling melengkapi, dan tetap setia.

Begitu pula hubungan kita dengan Tuhan Allah. Kitalah pengantin perempuan dan Dialah mempelai laki-lakinya. Tuhan melamar hati kita supaya kita tetap bersatu dengan Dia. Bukan lagi dua, tapi satu dengan Tuhan.

Dialah yang menjadi suami; kepala rumah tangga. Dia yang mengatur, Dia yang mencukupkan. Dengan penuh sukacita Dia menyambut kita, bagaikan seorang mempelai yang melihat pengantin perempuan.

Tuhan Allah sedang melamar kita. Dia menginginkan kita hidup bersama dengan-Nya, dalam suka dan duka kehidupan ini. Dialah yang akan menolong dan mendukung kita.

Bukan dengan kedagingan dan manusiawi Dia tunjukkan cinta-Nya, tapi Dia buktikan dengan mengorbankan Yesus di kayu salib. Itulah bukti cinta, sayang, dan kasih Tuhan kepada kita manusia. Dia rela berikan Putra-Nya yang tunggal untuk kita. Suatu harga yang teramat mahal, dan tak ada satupun di dunia ini yang sebanding dengan pengorbanan-Nya.

Tuhan sedang melamar kita; Dia mau menjadi kekasih hati kita. Mas kawin yang Dia berikan adalah Yesus dan salib-Nya. Di berjanji akan selalu mendampingi kita. Apakah jawaban kita?

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 25 May 2013

DAILY BREAD May 25th, 2013

MENOLONG YANG HINA

Matius 25:40
"Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Tingkatan sosial dalam masyarakat seringkali membuat orang memilih dan memilah siapa saja yang layak untuk didekati juga yang tak layak didekati. Umumnya mereka yang terpandang jauh lebih sering didekati daripada yang tersisih dan hina.

Anak yatim piatu, janda, pengemis, gelandangan, mereka yang terkurung di penjara, dan lainnya; mereka sering dipandang sebelah mata hanya karena kedudukan sosialnya rendah.

Sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh membedakan sesama berdasarkan kedudukan sosial. Kita semua sama, diciptakan dan dikasihi oleh Tuhan yang sama. Apa yang kita lihat di depan mata tidak sama dengan apa yang Tuhan lihat. Manusia melihat apa yang ada di depan mata, tapi Tuhan melihat hati.

Apabila kita hidup dalam kelimpahan, jangan lupakan mereka yang kekurangan; mereka yang hina dan tersisihkan. Ingat bahwa kita harus meneruskan kebaikan Tuhan kepada orang lain, terlebih kepada mereka yang hina. Sebab kita yang selamat pun ditolong Tuhan; Dia ambil kita dari tempat yang hina dan penuh dosa, kemudian Dia jadikan kita sebagai anak kesayangan-Nya.

Jadilah perpanjangan tangan Tuhan dalam menolong sesama yang kurang mendapat perhatian masyarakat. Sebab apa yang kita perbuat bagi orang lain yang membutuhkan, kita pun telah melakukannya untuk Tuhan.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 24 May 2013

DAILY BREAD May 24th, 2013

DUNIA TERBALIK

Yesaya 5:20
"Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit."

"Jaman semakin edan!"

Kata-kata tersebut sudah tak asing lagi di telinga kita. Sebenarnya jaman tak pernah menggila; dari dulu sampai sekarang, satu hari tetaplah 24 jam. Yang sesungguhnya menggila adalah manusia.

Semakin hari, kasus-kasus yang bermunculan di media massa semakin memprihatinkan. Pencurian, korupsi, dan tak jarang pembunuhan sadis. Sepertinya, dengan dipublikasikannya kabar seperti itu bukan menyadarkan masyarakat, tetapi membuat mereka mencontoh tindakan tersebut.

Suatu hal yang buruk bisa menjadi suatu hal yang biasa karena terlalu sering terjadi. Bukan hanya tindakan kriminal atau yang berkaitan dengan hukum saja, tapi dari keseharian kita. Betapa seringnya kita mendengarkan kata-kata kosong, kasar, dan segala sumpah serapah. Pada akhirnya, kata-kata tersebut sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari kita.

Sebaliknya; perbuatan jujur, perkataan yang baik, dan terlebih mengasihi setulus hati dianggap tabu dan naif.

Hari ini, kita diingatkan kembali untuk menjauhi yang salah dan melakukan yang benar di mata Tuhan. Tak peduli apapun yang dunia katakan, tetap berjalan dalam kebenaran. Sebab kita hidup dan selamat bukan karena perkataan manusia, tetapi kita hidup dan selamat karena perkataan Tuhan atas kita.

"Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik." (Mazmur 34:15a)

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 23 May 2013

DAILY BREAD May 23rd, 2013

SETURUT PERINTAH-NYA

Imamat 26:3-4
"Jikalau kamu hidup menurut ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada perintah-Ku serta melakukannya, maka Aku akan memberi kamu hujan pada masanya, sehingga tanah itu memberi hasilnya dan pohon-pohonan di ladangmu akan memberi buahnya."

Tak ada manusia yang ingin hidup sengsara dan menderita. Setiap manusia pasti ingin segala usaha dan jerih payahnya berhasil.

Tuhan berjanji kepada umat Israel, bahwa setiap orang yang mau menuruti ketetapan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya akan dibuat-Nya berhasil. Segala usaha yang dilakukan akan diberkati, dimudahkan, dan berbuah.

Janji-Nya masih berlaku sampai saat ini. Siapapun yang taat kepada Tuhan akan disukseskan-Nya selalu. Segala jalannya akan diberkati, dimudahkan, dan berhasil pada waktunya.

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33)

"dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini." (1 Raja-Raja 8:61)

Hiduplah melekat dengan Tuhan, dan Dia akan memudahkan jalanmu serta membuat segala usahamu berhasil.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 22 May 2013

DAILY BREAD May 22nd, 2013

KEMBALILAH!

Yesaya 44:22
"Aku telah menghapus segala dosa pemberontakanmu seperti kabut diterbangkan angin dan segala dosamu seperti awan yang tertiup. Kembalilah kepada-Ku, sebab Aku telah menebus engkau!"

Salah satu perumpamaan Yesus yang sangat indah adalah perumpamaan anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Dalam perumpamaan tersebut, digambarkan seorang bapa yang begitu teramat sangat mengasihi anaknya meskipun anak bungsunya telah berlaku tidak hormat dan durhaka kepada bapanya. Pribadi bapa dalam perumpamaan tersebut menggambarkan pula pribadi Allah yang penuh dengan kasih.

Kita ini anak-anak yang dikasihi-Nya. Sering kali kita berlaku seperti sang anak bungsu; karena kekayaan yang diberikan Bapa, kita lupa diri dan menjauh dari-Nya kemudian tinggal dalam dosa. Jika kita kesulitan akibat perbuatan kita sendiri, barulah kita menyadari betapa bodohnya kita meninggalkan Bapa.

Di sinilah iblis sering menghambat. Saat kita mau kembali pada Bapa, iblis akan berupaya menggagalkannya. Dia akan menakut-nakuti kita dan berkata bahwa kita sudah terlalu 'kotor' untuk kembali pada-Nya. Iblis berkata seperti itu supaya kita meragukan kasih Bapa dan akhirnya kita tak mau kembali kepada-Nya!

Bagi kita yang sedang terpuruk dalam dosa dan ingin kembali pada Bapa, jangan mundur! Jangan dengarkan apa kata mereka yang ingin menjatuhkan kita dan jangan dengarkan perkataan iblis! Sebab kasih menutupi segala sesuatu. (1 Korintus 13:7a) Dosa dan pelanggaran kita pun Dia hapuskan asal kita mau kembali kepada-Nya.

"Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18)

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 21 May 2013

DAILY BREAD May 21st, 2013

MERAMPAS YANG TERSESAT

Yudas 1:22-23
"Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa."

Keadaan dunia semakin hari semakin memprihatinkan. Mulai dari kasus pembunuhan, pencurian, korupsi, dan sebagainya. Lebih banyak manusia yang mengikuti dunia daripada yang mengikuti Tuhan.

Kita, orang-orang pilihan Tuhan, yang telah percaya dan diselamatkan, harus menolong mereka yang mengikuti dunia. Kita harus meraih jiwa-jiwa mereka sebanyak mungkin supaya mereka pun selamat.

Dalam Yudas 1:22-23 dikatakan bahwa:

*) Kita harus menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu; artinya kita harus prihatin dan memberikan perhatian kepada mereka yang tersesat.

*) Merampas mereka dari api; menyelamatkan mereka supaya mereka tidak masuk ke dalam hukuman kekal di neraka.

*) Menunjukkan belas kasihan disertai ketakutan kepada orang lain; bukan berarti kita takut kepada mereka, tetapi supaya kita berhati-hati bertindak di dalam keprihatinan kita.

*) Membenci pakaian mereka yang dicemarkan dosa; kita tidak boleh membenci pribadi mereka, tetapi kita harus membenci perbuatan mereka yang mendatangkan dosa.

Saat kita melihat mereka yang masih terbelenggu dunia, janganlah membenci pribadi mereka. Bencilah perbuatan mereka. Sebab jika kita membenci pribadi mereka, Tuhan tak dapat berkarya melalui kita karena kita telah menutup jalan untuk mereka. Jika kita membenci perbuatan mereka dan mengasihi pribadi mereka, tentu kita akan berusaha untuk menyelamatkan mereka.

Selamatkanlah jiwa-jiwa yang tersesat. Buatlah mereka melepaskan pakaian lama yang ternodai dosa dan menggantinya dengan pakaian baru yang telah disediakan oleh Tuhan.

Selamat malam..
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 20 May 2013

DAILY BREAD May 20th, 2013

JALAN TUHAN

Mazmur 25:10
"Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya."

Seperti apakah jalan Tuhan? Adakah di suatu tempat di dunia ini?

Jalan Tuhan bukanlah jalan yang biasa kita lalui setiap hari jika kita pergi ke suatu tempat. Jalan Tuhan adalah jalan hidup manusia yang diatur oleh Tuhan sendiri.

Tidak setiap jalan hidup yang manusia ambil adalah jalan Tuhan. Dalam kehidupan ini, kita selalu dihadapkan kepada dua jalan; jalan keselamatan yang dari Tuhan dan jalan kebinasaan yang dari iblis.

Tentu semua ingin selamat, namun tak mudah untuk menempuh jalan keselamatan. Jalan yang dilalui sempit, berliku-liku, bergunung dan berlembah, belum lagi banyak batu sandungan. Bandingkan dengan jalan kebinasaan; luas, tak berliku, datar, mulus bagaikan jalan tol.

Sekilas memang jalan kebinasaanlah yang nyaman dilalui, tapi jangan terkecoh hanya karena kenyamanan! Pikirkanlah apa yang akan kita dapatkan dan bukan yang kita rasakan sekarang.

Berjalan di jalan Tuhan memang tak mudah, namun itu semua Tuhan jadikan supaya kita berhati-hati, mau berjuang, dan terus percaya kepada Tuhan. Dengan cara itulah, kita layak untuk mendapatkan keselamatan.

Lagipula, selama kita berada dalam jalan Tuhan, meskipun terlihat berat, Tuhan selalu mendampingi kita. Tak pernah sekalipun kita ditinggalkan. Itulah sebabnya Daud mengatakan bahwa segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

Jika ada yang merasa kelelahan di jalan Tuhan dan berpikir untuk mundur; pikirkan kembali tentang apa yang akan kita dapatkan di akhir perjalanan.

Tetaplah setia di jalan Tuhan, sebab mahkota abadi telah tersedia di akhir perjalanan kita.

Selamat malam..
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 19 May 2013

DAILY BREAD May 19th, 2013

PENGHIBUR

Yohanes 14:26
"tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."

Sebelum Yesus disiksa dan disalibkan, Dia menjanjikan Penghibur di dunia. Yesus mengetahui bahwa para murid akan berduka karena kematian-Nya. Orang yang mereka kasihi, mereka percayai, dan mereka hormati akan pergi meninggalkan mereka; lalu siapa yang menemani dan membimbing mereka di dunia?

Penghibur yang Yesus janjikan bukan sekadar penghibur biasa. Dia bukan hanya menghibur; Dia juga mengajar, mengingatkan, menguatkan, dan menuntun orang percaya untuk melangkah di jalan Tuhan.

Rupa-Nya tak terlihat, namun kehadiran-Nya dapat kita rasakan. Melalui hati kita, Dia hadir dan memberikan segala sesuatu yang kita perlukan. Saat kita sedih, Dia hibur. Saat kita lemah, Dia kuatkan.

Yesus tidak hanya menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul saja, Dia juga menjanjikan-Nya kepada orang yang percaya akan Yesus.

Bermodalkan kepercayaan, kesetiaan, dan juga iman pada Yesus, kita mendapatkan kuasa yang begitu luar biasa. Kuasa dari Roh Kudus yang akan terus mengalir dan mengendalikan seluruh kehidupan kita. Dan semua itu supaya kemuliaan Tuhan semakin nyata di dunia ini.

"Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: 'Terimalah Roh Kudus.' " (Yohanes 20:22)

Selamat Hari Pentakosta

Selamat malam..
Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 18 May 2013

DAILY BREAD May 18th, 2013

HAL MEMBERI DAN MENERIMA

Kisah Para Rasul 20:35
"Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Sudah menjadi rahasia umum bahwa manusia lebih suka menerima daripada memberi. Meskipun sedikit, sulit rasanya untuk memberikan sesuatu yang dimiliki. Jika pun memberi, ada maksud tertentu di baliknya.

Bagi kita yang mengikut Yesus, kita harus mengubah sifat tersebut. Saatnya kita memberi dan bukan diberi. Kita punya Yesus sebagai teladan. Dia rela memberikan nyawa-Nya bagi kita tanpa ingin diberi kesempatan bebas dari hukuman mati. Meskipun saat itu Pilatus mampu membebaskan-Nya secara dunia, tapi Yesus tetap setia pada perintah Bapa.

Yesus mengatakan supaya kita memberi bukan kepada yang dapat membalas kebaikan kita. Sebaliknya, kita memberi kepada mereka yang tak dapat membalas kebaikan kita, supaya Tuhan sendirilah yang membayar kebaikan kita. (Lukas 14:12-14)

Jika ada yang bertanya, "Apakah yang harus saya beri? Saya sudah kekurangan, bagaimana mungkin dapat memberi?"

Memberi bukan hanya diukur dari harta dan juga keadaan hidup kita. Kita bisa memberikan sesuatu yang sederhana; senyuman pada orang asing, kasih pada mereka yang tersisih, uluran tangan pada yang terjatuh, dan sebagainya.

Ketahuilah, Tuhan tak pernah menginginkan kita kekurangan. Dengan kita memberi, kita akan menerima. Menerima penglihatan, bahwa banyak yang lebih membutuhkan daripada kita; menerima kenyataan, bahwa hidup bisa menjadi indah dengan memberi.

Semakin banyak kita memberi kepada sesama, semakin banyak anugerah-Nya bagi kita.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 17 May 2013

DAILY BREAD May 17th, 2013

INDAH PADA WAKTUNYA

Pengkhotbah 3:11
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir."

Dalam hidup ini, segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal; ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; dan seterusnya (Pengkhotbah 3:1-8).

Jika direnungkan baik-baik, kehidupan manusia tak pernah lepas dari tangan Tuhan.

Kita tak pernah benar-benar terjatuh saat keadaan terasa begitu buruk; selalu ada sesuatu yang Tuhan gunakan untuk membangkitkan semangat kita, misalnya keluarga, sahabat, dan lain-lain.

Saat keadaan baik pun, Tuhan mengingatkan kita kepada orang-orang yang tak berkecukupan supaya kita sadar diri dan tidak sombong.

Ada kalanya sebuah pertanyaan muncul dalam diri kita, "Siapakah aku ini, Tuhan? Rencana-Mu sungguh teramat indah bagiku yang hanyalah sebutir debu di kaki-Mu."

Itulah kasih Tuhan. Dia akan memberikan berkat yang berlimpah bagi kita yang mau hidup di dalam kebenaran-Nya.

Tak pernah ada manusia yang bisa menyelami pekerjaan Tuhan. "Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya." (Pengkhotbah 8:17b-c)

Banyak sekali alasan bagi kita untuk mengikuti Tuhan dan menyerahkan seluruh hidup kita bagi-Nya. Dia yang menciptakan kita, Dia tak akan membiarkan kita menderita di dunia. Percayalah, segala sesuatu ada waktunya.

Saat ini, jika ada di antara kita yang berhadapan dengan hujan badai, percayalah bahwa Tuhan akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.

Salam Kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 16 May 2013

DAILY BREAD May 16th, 2013

HIDUPKU DALAM TANGAN-MU

Mazmur 22:11
"Kepada-Mu aku diserahkan sejak aku lahir, sejak dalam kandungan ibuku Engkaulah Allahku."

Salah satu kalimat dari mazmur Daud ini mengingatkan kita bahwa sebelum lahir pun, Tuhan adalah Allah kita. Hidup kita telah direncanakan-Nya dan dirancang sedemikian rupa untuk menyatakan kasih-Nya di dunia.

Terkadang muncul pertanyaan di benak kita, "Jika hidup manusia ada dalam tangan Tuhan, mengapa banyak orang di luar sana yang menderita dan tingkah lakunya rusak?"

Tuhan memberikan kita kehendak bebas. Memang hidup kita ada dalam tangan-Nya, namun ada pula si iblis yang mencobai anak-anak Tuhan. Keinginan si iblis adalah untuk menjatuhkan anak-anak-Nya dan membawa mereka ke neraka. Itulah sebabnya banyak orang yang 'rusak'; karena mereka salah menggunakan kehendak bebas dan mengikuti iblis.

Bagi kita yang percaya, tentunya Tuhan adalah prioritas utama dalam hidup. Dialah segalanya di atas segalanya.

Mengapa?
Karena Dia yang menciptakan kita, Dia yang menghidupi kita, Dia juga yang mengatur kehidupan kita. Sungguh suatu anugerah bagi kita karena kita dapat merasakan kasih-Nya yang teramat sangat luar biasa!

Oleh sebab itu, percayakan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Mari katakan dengan penuh kepercayaan dan penyerahan diri, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kupercayakan jiwaku dan kehidupanku."

"Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya." (Yosua 14:10a)

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 15 May 2013

DAILY BREAD May 15th, 2013

JANGAN MENOLAK DIDIKAN

Yeremia 6:8
"Terimalah penghajaran, hai Yerusalem, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi, menjadi negeri yang tidak berpenduduk!" "

Perbuatan bangsa Yerusalem dan Yehuda sangatlah mengecewakan. Mereka berkata, "Ya!" namun tindakan mereka berkata, "Tidak!" Apa yang mereka katakan berlawanan dengan perbuatan mereka. Bahkan mereka menodai Bait Allah dengan berhala.

Tuhan tak menyukai perbuatan mereka tersebut. Hal itu adalah kekejian bagi-Nya. Akhirnya Tuhan berfirman kepada mereka sebagai peringatan, supaya mereka menyesal, bertobat, dan memperbaiki diri. Jika tidak, mereka akan binasa.

Hal itu semata-mata karena Tuhan tidak ingin mereka binasa, melainkan karena Dia begitu mengasihi mereka.
"Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!" (Wahyu 3:19)

Apakah kita pernah/sedang berada dalam kondisi seperti bangsa Yerusalem dan Yehuda?

Jangan tolak didikan Tuhan!
Dia bukan mengancam akan membinasakan kita, namun Dia memperingati kita supaya kita selamat.

"Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa." (Ayub 5:17)

Selamat siang..
Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 14 May 2013

DAILY BREAD May 14th, 2013

TETAP SETIA

1 Korintus 15:58
"Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia."

Salah satu bagian dari surat Paulus ini menjadi penyemangat sekaligus pukulan bagi kita yang merasa lelah dan lemah saat bekerja di ladang Tuhan. Ayat ini mau mengingatkan kita untuk tetap setia melakukan pekerjaan-Nya, sebab segala jerih payah kita tidak akan sia-sia begitu saja.

Ada kalanya kita merasa lelah dan lemah; itu karena kita masih memikul sendiri beban kita. Serahkanlah semuanya kepada Tuhan. Biarkanlah Dia yang bekerja atas diri kita dan lihatlah betapa ajaib perbuatan tangan-Nya atas kita!

Tentu kita ingin dunia dipenuhi kemuliaan Tuhan. Supaya hal itu terjadi, diperlukan kemauan diri untuk menjadi alat-Nya dan tetap setia mengikuti Tuhan meskipun kita diutus bagai domba di tengah serigala. Tetap percaya Tuhan selalu memberikan yang terbaik meskipun jalan-Nya tidak selalu aman dan nyaman.

Terlebih, apa yang kita tabur tak akan kembali dengan sia-sia. Meskipun harus menabur di panas terik matahari, terganggu hama, dan sebagainya; tetaplah setia! Mata Tuhan melihat kita, dan Dia tak akan menggagalkan usaha kita asal kita tetap setia dan tidak goyah.

Jadilah pekerja yang setia dan pantang menyerah, sebab kelelahan dan kelemahan kita tak sebanding dengan upah besar yang akan kita terima dari Tuhan.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 13 May 2013

DAILY BREAD May 13th, 2013

TUHAN YANG PEGANG KUASA

Keluaran 4:11
"Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?""

Musa merasa tak pantas saat Tuhan memerintah dia untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir, sebab dia bukan orang yang pandai berbicara. Namun Tuhan mengatakan bahwa Dia berkuasa atas segala sesuatu, bahkan terhadap Musa. Dia mampu membuat Musa berkata-kata di hadapan bangsa Israel meski Musa tak pandai berbicara.

Kerap kali kita sama seperti Musa; merasa tak mampu dan tak cukup mahir untuk mengerjakan tugas dari-Nya. Tapi ingatlah bahwa Tuhan jauh lebih mengerti kita dari siapapun juga. Tak mungkin Dia memberikan tugas di luar batas kemampuan kita. Selain itu, tak mungkin Tuhan memberikan tugas pada kita namun Dia diam saja. Tuhan selalu ada beserta kita, terlebih saat kita mau taat dan semakin setia.

Bukan karena kita mampu secara bakat atau talenta, tapi karena Tuhan melihat hati kita yang mau dibentuk oleh-Nya. Di saat kita berkata, "Mau," kepada Tuhan, maka Dia sendirilah yang akan memampukan kita. Yang Tuhan inginkan hanyalah kesiapan kita untuk dipakai oleh-Nya dan semuanya akan mengalir begitu saja.

"Jangan ragukan kuasa Tuhan. Mari setia dan taat, sebab Dialah yang memampukan kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 12 May 2013

DAILY BREAD May 12th, 2013

SATU DALAM YESUS

Yohanes 17:23
"Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku."

Yesus ingin supaya di dalam Dia, semua orang menjadi satu; kita dijadikan serupa dengan-Nya. Dia ingin kita menjadi bagian dari diri-Nya supaya kita pun menerima kasih Bapa, sama seperti Yesus yang telah dikasihi oleh Bapa. Sebab kasih Bapa sungguh tak terbatas dan tak dapat tergantikan oleh apapun di dunia ini.

Kita ini orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Kelahiran-Nya, kehidupan-Nya, pewartaan-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya menjadi bukti nyata kasih Allah Bapa yang tak terbatas. Yesus adalah Allah Putra yang diutus turun ke dunia untuk menyelamatkan kita. Tak cukup lahir dan mewartakan karya Bapa, Dia juga menebus dosa semua manusia dengan darah-Nya yang kudus.

Renungkanlah, betapa besarnya kasih Allah Bapa kepada kita hingga Ia rela mengutus Putra Tunggal-Nya sendiri ke dunia hanya untuk menyelamatkan kita, manusia yang lemah. Kita hanya sebutir pasir di mata-Nya, namun Dia mengangkat kita menjadi anak kesayangan-Nya.

Yesus pokok dan kitalah carangnya. Dialah jalan, kebenaran, dan hidup. Jadilah serupa dengan Yesus; meninggalkan keduniawian dan membiarkan Bapa yang berdaulat penuh atas hidup-Nya. Kita, orang-orang yang percaya, akan dipersatukan di dalam Yesus dengan mengikuti jejak kehidupan-Nya.

"Teladanilah Yesus, maka kita akan menjadi satu di dalam Dia dan kita juga menjadi satu dengan Bapa."

Selamat malam..
Selamat menikmati limpahan kasih Tuhan..
Tuhan memberkati..

Saturday, 11 May 2013

DAILY BREAD May 11th, 2013

KEBERPIHAKAN TUHAN

Ayub 19:26-27

"Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingku pun aku akan melihat Allah,
yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu."

Ayub yang dituduh bersalah oleh ketiga sahabatnya, bersikeras dan percaya bahwa Tuhan akan berpihak kepadanya. Meskipun seluruh kerabat bahkan budaknya menjauhinya, dia percaya Tuhan selalu berada di sisinya dan Tuhan-lah yang akan membela serta memihak Ayub.

Pernahkah kita mengalami kejadian yang serupa dengan Ayub? Disaat semua mendesak tetapi Tuhan berkata lain?

Tuhan menguji iman kita. Dia ingin kita menggantungkan seluruh kehidupan kita kepada-Nya. Meskipun dunia menjauh, namun Tuhan sendiri yang akan menemani kita. Adakah yang lebih besar daripada Tuhan? Bahkan dunia dan kemegahannya pun tak dapat menandingi-Nya.

Ayub percaya bahwa tanpa kulit dan dagingpun, matanya meyaksikan Tuhan berpihak padanya. Dia merana bukan karena menderita di dunia, namun karena kerinduannya kepada Tuhan.

Mari kita teladani Ayub yang tetap setia dan percaya bahwa Tuhan selalu beserta kita; Imanuel.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 10 May 2013

DAILY BREAD May 10th, 2013

ROH SEBAGAI JAMINAN

2 Korintus 5:5
"Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita."

Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan kita di dunia, melainkan Dia mempersiapkan tempat bagi kita di surga. Sebagai pengganti diri-Nya dan sebagai jaminan akan janji-Nya, Dia memberikan Roh Kudus bagi kita yang percaya untuk memperoleh kehidupan yang kekal kelak.

Dalam 2 Korintus 5:7 dikatakan bahwa kita hidup bukan karena melihat, namun karena percaya. Kita memercayai apa yang sekarang tak dapat kita lihat, yang akan kita dapatkan bila kita tetap setia.

Hiduplah jangan berdasarkan apa yang kita lihat, tapi hiduplah berdasarkan apa yang kita percayai, terlebih karena Dia telah mengaruniakan Roh Kudus sebagai jaminan atas segala sesuatu yang telah disediakan-Nya bagi kita.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 9 May 2013

DAILY BREAD May 9th, 2013

MENANTIKAN YESUS

Kisah Para Rasul 1:10-11
"Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.""

Yesus telah naik ke sorga. Dia berjanji akan memberikan Roh Kudus sebagai pengganti diri-Nya di dunia ini dan Dia akan datang untuk kali kedua di dunia. Dia akan kembali ke dunia layaknya Dia naik ke surga.

Sebagai orang beriman, kita sama seperti para rasul. Kita dijanjikan akan menerima Roh Kudus, kita diutus untuk mewartakan Injil; kita adalah saksi hidup dari karya Tuhan yang terjadi atas kehidupan kita.

Yesus memang telah naik ke surga; Dia jauh. Tapi Dia telah mengirimkan Roh Kudus. Ibarat kata pepatah "Jauh di mata, dekat di hati", seperti itulah Yesus. Secara kasat mata, Dia jauh. Namun Dia selalu dekat di hati kita.

Mari kita nantikan kedatangan Yesus yang kali kedua dengan penuh sukacita dan pengharapan, melebihi penjaga yang rindukan fajar. Setialah mengerjakan apa yang Tuhan katakan, sehingga saat Dia datang kembali, kita layak.

"Nantikan Yesus dengan penuh sukacita, pengharapan, dan kesetiaan. Sehingga bila saatnya tiba, kita telah mengenakan pakaian yang layak untuk menghadiri pesta."

Selamat merayakan Hari Raya Kenaikan Yesus..
Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 8 May 2013

DAILY BREAD May 8th, 2013

TEGUH DALAM PENGHARAPAN

Ibrani 6:11-12
"Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,
agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah."

Tuhan tidak sama dengan manusia. Dia tidak pernah ingkar janji, bahkan Dia bersumpah atas diri-Nya sendiri. Sekali Tuhan berjanji, Dia akan terus mengingatnya dan Dia pasti menggenapinya.

Dalam proses penggenapan janji-Nya, Tuhan ijinkan kita mendapat cobaan dan rintangan. Bukan karena Dia jahat, kita sedang kesusahan tetapi kita diberi beban yang lain; namun itu semua semata-mata karena Tuhan memakai kita untuk menggenapi janji-Nya atas kita. Dia sedang memproses kita; bagaikan emas yang harus dilebur sebelum dibentuk menjadi karya yang indah dan mahal.

Lagipula, selama kita diproses, Dia tidak menelantarkan kita begitu saja. Dia akan menjaga, menopang, dan menuntun kita sampai tujuan. Sebagai Bapa yang baik, tak mungkin Tuhan memberikan ular pada anak-Nya yang minta roti.

Pegang erat janji Tuhan. Tetap berharap, tetap percaya, tetap setia; pada akhirnya kita akan melihat janji-Nya tergenapi.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Tuesday, 7 May 2013

DAILY BREAD May 7th, 2013

MENYIKSA DIRI

Amsal 11:17
"Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri."

Jika kita lihat, banyak orang yang tidak tahu makna sesungguhnya dari menyiksa diri.

Mengapa?
Karena banyak yang menilai hanya dari kesenangan masing-masing pribadi.

Misalnya, seorang perokok berkata telah 'menyenangkan' tubuhnya dengan rokok yang ia hisap. Namun kenyataannya, ia merusak tubuhnya sendiri.

Dalam konteks rohani, kita menyiksa diri saat kita menjauh dari Tuhan, Sang Pencipta. Banyak orang yang menjauh dari Tuhan. Secara manusiawi, mereka merasa baik-baik saja. Namun hati mereka menjerit-jerit, mengalami kekeringan, dan kritis Firman.

Ingatlah bahwa kebahagiaan dunia ini semu, tetapi kebahagiaan yang berasal dari Tuhan tak dapat tergantikan oleh apapun dan siapapun juga.

"Berbuat baiklah kepada diri sendiri; bukan hanya jasmani, tapi juga rohani kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Monday, 6 May 2013

DAILY BREAD May 6th, 2013

MENERIMA KEBURUKAN

Ayub 2:9-10
"Maka berkatalah isterinya kepadanya: "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu? Kutukilah Allahmu dan matilah!" Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya."

Ayub yang hidup berkelimpahan tiba-tiba ditimpa bencana. Dia taat pada Tuhan, namun Tuhan mengijinkan iblis mencobai Ayub dengan maksud untuk menguji Ayub. Dalam segala pencobaan tersebut, Ayub tak menyalahkan Tuhan. Meski istrinya menyuruhnya untuk mengutuki Allah, tapi Ayub tidak melakukannya.

Teladan seorang Ayub adalah kesetiaannya kepada Allah meskipun cobaan datang terus-menerus kepadanya. Dia menerima Tuhan apa adanya, bukan karena ada apanya. Artinya, dia mengikuti Tuhan bukan karena ingin berkat serta kenyamanan hidup, tetapi dia setia mengikuti Tuhan apapun yang terjadi.

Sebagaimana kasih-Nya pada kita, tanpa pamrih; begitu pula seharusnya kita mengasihi Tuhan. Menerima Tuhan apa adanya dan tetap berteguh dalam Dia yang mahakuasa.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Sunday, 5 May 2013

DAILY BREAD May 5th, 2013

PENJALA MANUSIA

Lukas 5:10b-11
"Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus."

Simon Petrus, seorang penjala ikan, mendapat perintah dari Yesus untuk menebarkan jala di tempat yang dalam dan menangkap ikan. Telah semalaman ia dan para penjala lainnya menunggu tapi tak satupun ikan yang mereka dapat. Meski kelihatannya sia-sia belaka, namun ia menurut. Yang terjadi selanjutnya, jala mereka hampir koyak karena banyaknya ikan yang tertangkap, bahkan dua perahu hampir tenggelam karena dipenuhi ikan!

Simon yang ketakutan pun meminta Yesus untuk pergi karena merasa ia tak pantas; ia manusia berdosa. Tetapi Yesus mengajaknya pergi bersama dengan Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, untuk menjadi penjala manusia. Mereka pun meninggalkan segala sesuatu untuk pergi bersama Yesus.

Ada beberapa pelajaran iman yang dapat kita ambil dari peristiwa ini.

Sekuat apapun manusia berusaha, hasilnya nihil. Namun jika usaha tersebut dilakukan bersama dengan Tuhan, hasilnya berlimpah-limpah. Sebab bagi-Nya, tak ada yang mustahil.

Penjala ikan dan penjala manusia; keduanya sama-sama menjala. Artinya, Tuhan memakai pekerjaan yang biasa kita lakukan. Berkarya dalam Yesus tak perlu menunggu studi kita selesai, pekerjaan sukses, dan sebagainya. Segala pekerjaan yang kita lakukan akan membawa berkat dan keselamatan jika ditambah dengan Yesus.

Ketiga penjala mengikut Yesus dan meninggalkan semuanya; meninggalkan dunia dan mengikuti segala kehendak Yesus. Bukan dunia yang mengikat kita, tapi Yesus-lah yang mengikat kita. Kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita.

"Jalalah jiwa-jiwa di sekeliling kita dengan menyertakan Tuhan Yesus di segala langkah kehidupan kita. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam Dia akan berhasil asal kita taat dan meninggalkan dunia untuk mengikuti kehendak-Nya."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Saturday, 4 May 2013

DAILY BREAD May 4th, 2013

SELAMATKAN KAMI, TUHAN

2 Raja-Raja 19:19
"Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN.""

Tatkala bangsa Yehuda dipimpin oleh Hizkia; raja Asyur, Sanherib, ingin menyerang Yehuda. Banyak negeri yang telah jatuh ke dalam tangan Sanherib, bahkan ia telah memusnahkan allah mereka. Dengan sombongnya ia berkata pada Hizkia bahwa ia akan memusnahkan Allah Yehuda. Namun rupanya Allah pencipta semestalah yang Sanherib lawan. Maka Allah membinasakan para prajuritnya dan membunuhnya melalui perantaraan kedua anak Sanherib.

Membaca kisah antara Hizkia dan Sanherib, kita menyadari bahwa Allah membela orang yang dikasihi-Nya. Barangsiapa menentang umat-Nya, maka dia menentang Tuhan. Tuhan sanggup melakukan segala perkara; Dia melindungi barangsiapa yang mengasihi-Nya. Semua itu Dia lakukan semata-mata untuk menyatakan kebesaran dan kuasa-Nya; tak ada satupun di dunia dapat mengalahkan Tuhan.

Janganlah kita menjadi seperti Sanherib yang menganggap remeh Allah hanya karena dia telah memusnahkan allah-allah lain. Jangan pula kita menjadi sombong sepertinya; lupa daratan, lupa akan kuasa Tuhan.

Jadilah Hizkia yang menyerahkan segala perkara kepada Tuhan, percaya dan beriman penuh kepada Tuhan; percaya Tuhan takkan tinggal diam, dan Dia akan menunjukkan kebesaran-Nya.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Friday, 3 May 2013

DAILY BREAD May 3rd, 2013

JANJI TUHAN

1 Tawarikh 17:26-27
"Oleh sebab itu, ya TUHAN, Engkaulah Allah dan telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab apa yang Engkau berkati, ya TUHAN, diberkati untuk selama-lamanya.""

Daud bersyukur kepada Tuhan sebab Tuhan telah melakukan perkara besar atasnya. Bahkan Tuhan berfirman tentang keluarganya dalam masa yang masih jauh. (1 Tawarikh 17:17) Tuhan telah menjanjikan perkara yang baik atas Daud dan Daud meminta Tuhan memberkati keluarganya.

Daud dipakai oleh Tuhan karena Daud percaya penuh kepada Tuhan; tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Meski terlihat mustahil, Daud kecil mampu mengalahkan Goliat yang berbadan besar hanya bermodalkan batu kecil dan iman kepada Tuhan. Tak segan-segan Tuhan pun memberikan janji-Nya kepada Daud dan keturunannya supaya nama Tuhan semakin dimuliakan oleh karena keturunannya.

Mari kita mencontoh Daud. Janganlah kita ragukan kuasa Tuhan karena tak ada satupun yang bisa menandingi-Nya. Dalam ketekunan dan kesungguhan kita pada Tuhan, Tuhan tak akan enggan untuk memberikan janji-Nya kepada kita. Dia akan memberkati kita dan keturunan kita supaya nama-Nya semakin dimuliakan di bumi.

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Thursday, 2 May 2013

DAILY BREAD May 2nd, 2013

KASIH SETIA-NYA

Ratapan 3:22-23
"Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"

Jika kita membaca Ratapan 3, maka kita akan mengetahui beratnya pergumulan sang penulis kitab. Dia meratapi penderitaannya; dia merasa keadaan begitu buruk dan Tuhan seakan tak mendengarkan. Namun dia tetap percaya dan menantikan pertolongan dari Tuhan.

Pernahkah kita mengalami hal serupa dengan penulis kitab? Disaat jalan terasa begitu gelap, tangisan tak terbendung karena sakitnya hati ini, dan doa seakan tak didengar; sesungguhnya Tuhan sedang mengamati dan menguji iman kita.

Layaknya sang penulis, kita pun mau percaya bahwa Tuhan selalu memperhatikan kita meski kita rasa Dia jauh. Percaya bahwa Tuhan tak pernah berhenti memberikan kasih setia-Nya dan rahmat-Nya yang baru tiap pagi; itulah kekuatan bagi jiwa yang lemah.

"Tak peduli seberapa berat cobaan yang kita terima, Tuhan tak pernah meninggalkan kita. Kasih setia-Nya kekal untuk selama-lamanya. Tetaplah kuat dan jangan goyah!"

Salam kasih..
Tuhan memberkati..

Wednesday, 1 May 2013

DAILY BREAD May 1st, 2013

KESULITAN MEMBAWA KESELAMATAN

Mikha 4:10
"Menggeliatlah dan mengaduhlah, hai puteri Sion, seperti perempuan yang melahirkan! Sebab sekarang terpaksa engkau keluar dari kota dan tinggal di padang, terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di sanalah engkau akan dilepaskan, di sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu."

Dalam ayat ini diceriterakan bahwa sang puteri Sion mengalami kesulitan; keluar dari kota, tinggal di padang, dan berjalan sampai Babel. Dalam kesulitannya, dia diminta untuk menggeliat dan mengaduh. Tuhan pun menjanjikan keselamatan serta penebusan saat dia berada dalam kesulitan.

Sama halnya dengan kita. Dalam segala kesulitan yang kita hadapi, menggeliatlah dan mengaduhlah kepada Tuhan; nyatakan keluh kesahmu dan serahkan semua kepada-Nya.

Biarpun kita harus keluar dari kota (zona nyaman), tinggal di padang (kesusahan), dan berjalan sampai Babel (berjuang), kita jalani semua dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Sebab di saat kita melewati semuanya, Tuhan akan memberikan keselamatan serta penebusan.

"Menggeliatlah dan mengaduhlah; jalani kesulitan dengan syukur dan sukacita, sebab Tuhan telah menyediakan keselamatan bagi kita."

Salam kasih..
Tuhan memberkati..